Saya mau berbagi pengalaman dengan mereka yang mengaku dirinya wanita muslimah. Yang mengakui Allah sebagai Ilahnya dan Rasulullah sebagai utusanNya. Juga kepada saudari-saudari saya yang masih ragu dengan janji Allah. Ini semua kumpulan pengalaman pribadi yang saya alami di sepanjang perjalanan menyusuri jalan di kota ini. Sedikit malu juga sebagai wanita. Ceritanya begini, waktu itu saya sedang jalan di depan pusat perbelanjaan di jantung kota Makassar, nah di tepi jalannya berjejer tukang becak yang kadang sedikit maksa untuk ditumpangi. Hmmm…mungkin tuntutan profesi dan asap dapur (hehe..). pas turun dari pete-pete (istilah angkot di Makassar) saya lantas melanjutkan perjalanan dengan kaki, soalnya kalau berhenti lebih depan lagi, khawatir supirnya bisa ditilang.
Cerita punya cerita, dalam perjalanan itu di depan saya juga ada seorang wanita yang berpakaian yang sangat kontras dengan kostum saya sebagai muslimah.
Senin, 21 November 2011
Sabtu, 12 November 2011
Untuk Anak Indonesia
Bayangkan jika setiap putra putri bangsa membangun negeri ini dengan potensinya masing-masing. Tidak ada yang merasa tinggi atau rendah dengan apa yang mereka dedikasikan untuk tanah air tercinta. Saya selalu membayangkan wajah siswa yang bersemangat, tanpa beban dan bergairah menghadapi setiap fase pembelajaran yang mereka geluti. Acungan tangan, mata yang berbinar, punggung yang senantiasa tegak kala informasi baru mengusik rasa penasaran mereka. Sebuah masa yang tak akan pernah tergantikan.
Anak-anak Indonesia adalah anak-anak yang cerdas luar biasa. Itu harapan yang tak boleh pupus dari seorang pendidik. Pandangan siswa saat belajar berawal dari pandangan guru terhadap mereka. Setiap anak adalah istimewa. Mereka terlahir dengan membawa blue print masing-masing dari Sang Pencipta.
Anak-anak Indonesia adalah anak-anak yang cerdas luar biasa. Itu harapan yang tak boleh pupus dari seorang pendidik. Pandangan siswa saat belajar berawal dari pandangan guru terhadap mereka. Setiap anak adalah istimewa. Mereka terlahir dengan membawa blue print masing-masing dari Sang Pencipta.
Minggu, 06 November 2011
Filosofi Tukang Parkir
Suatu siang yang indah mengawali perjalanan kami berdua yaitu Saya dan sahabat saya. Siang terik mengantarkan kami untuk membawa obat sakit gigi bagi penghuni sebuah hotel bintang lima dibilangan pettarani. Obat sakit gigi itu untuk kakak sahabat saya. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di hotel tersebut rasanya seperti berada dibagian lain kota Makassar. Maklum, gaulnya bukan di hotel. Yang menarik pandangan mata saya adalah lahan parkir yang berisi mobil-mobil mewah. Berbagai merk mobil kenamaan berjejer rapi, mengkilat dan menunjukkan kelas pemiliknya yang high. Saya coba mereka-reka nilai lahan parkir tersebut yang mungkin bernilai milyaran rupiah (Heheh,,,sempat juga ngitungnya!). lantas pandangan saya beralih pada pria yang memakai rompii oranye lengkap dengan topi dan peluit yang menghiasi lehernya bukan sebagai kalung sebab entar disangka orang gila yang menggantung peluit dileher sebagai kalung (He….he…) tapi siap dipeluit sewaktu-waktu, kan daripda mengandalkan suara yang terbatas pake peluit aja, nadanya juga bisa diatur empat per empat atau tiga perempat hussy…ngaco…
Jumat, 04 November 2011
Sahabat
Berlalu masa bersama,
Tersimpan sebuah tanya dari tatapmu yang dalam
Mengapa masih disini sahabatku?
Lalu saat kau tanyakannya sekali lagi
Maka dengan lantang ku jawab
Tak ada kata pergi dari kamusku, sahabat
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...