Jumat, 04 November 2011
Sahabat
Berlalu masa bersama,
Tersimpan sebuah tanya dari tatapmu yang dalam
Mengapa masih disini sahabatku?
Lalu saat kau tanyakannya sekali lagi
Maka dengan lantang ku jawab
Tak ada kata pergi dari kamusku, sahabat
Saat ku tatap derai yang tertumpah hangat dari pipimu
Dan desis asa dihatimu,
Ku yakin ini keputusan tak terbantahkan
Kita bersama mengarungi setiap episode yang tersedia
Disini, dihati paling dalam ada ruang yang selalu siap untukmu, sahabatku
04'11'11
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...
Kak...
BalasHapussaya bukan orang yang mengerti tentang 'bahasa puitis' seperti yang kita tulis, tapi...
kusuka kata-katanya ;-)
ada ruang yang selalu siap...
BalasHapusYup..Insya Allah...
BalasHapuskata2nya menyentuh skali kak,jdi teringat ama saudariku or sahabatku!!!hmmm
BalasHapusMasyaa Allah...ada tamu dunia nyata mampir di dunia maya..Hmmm...
BalasHapus