Jumat, 04 November 2011

Sahabat



Berlalu masa bersama,
Tersimpan sebuah tanya dari tatapmu yang dalam
Mengapa masih disini sahabatku?
Lalu saat kau tanyakannya sekali lagi
Maka dengan lantang ku jawab
Tak ada kata pergi dari kamusku, sahabat



Saat ku tatap derai yang tertumpah hangat dari pipimu
Dan desis asa dihatimu,
Ku yakin ini keputusan tak terbantahkan
Kita bersama mengarungi setiap episode yang tersedia
Disini, dihati paling dalam ada ruang yang selalu siap untukmu, sahabatku

04'11'11

5 komentar:

  1. Kak...
    saya bukan orang yang mengerti tentang 'bahasa puitis' seperti yang kita tulis, tapi...
    kusuka kata-katanya ;-)

    BalasHapus
  2. ada ruang yang selalu siap...

    BalasHapus
  3. kata2nya menyentuh skali kak,jdi teringat ama saudariku or sahabatku!!!hmmm

    BalasHapus
  4. Masyaa Allah...ada tamu dunia nyata mampir di dunia maya..Hmmm...

    BalasHapus

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...