Selasa, 21 September 2010

Episode Baru bersama Gadis Sipit

Saya melihat gadis itu ketika masih menjadi Mahasiswa baru di UNM, seorang gadis sipit dengan kepala yang tak dihiasi dengan jilbab. Saat itu saya mengambil kesimpulan, mungkin ia seorang gadis nasrani. Karena FMIPA UNM terkenal dengan kampus religious, jangan berani masuk kalau tak menggunakan jilbab. Tapi, ketika seorang akhwat mengatakan dia seorang muslimah, menurut saya dia terlalu berani untuk masuk kampus tanpa berjilbab. Meskipun saya tau, ketika di luar kampus dan di kos-kosan rata-rata mahasiswi menanggalkan jilbabnya seolah tak berbekas sama sekali makna perintah Allah tersebut untuk menjaga mereka. Kami berbeda jurusan tapi gedung kami saling berhadapan. Ia cukup menarik perhatian penghuni kampus, kulitnya yang putih dan parasnya yang tak membosankan plus karakternya yang supel, murah senyum serta sifat tomboy membuat ia memiliki banyak teman pria.

Saya masih ingat Waktu itu kami sebagai Maba diwajibkan mengikuti berbagai mata kuliah dasar sains baik itu kimia, fisika, kalkulus dan biologi berikut dengan praktikumnya, maka setiap gedung akan kami sambangi setiap harinya untuk “BURAS” alias Buru Asisten hanya sekedar meminta tanda tangan mereka. Bersama dengan rekan sekelompoknya pun ia menunggu waktu itu. Kami pun berpapasan di tangga, tapi tak saya temui sikap murah senyum tersebut diberikan pada saya. Yah..saya mencoba

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...