Rabu, 17 Agustus 2011

Perjuangan Itu...

Sudah lama jemari ini tidak menumpahkan kisah yang lalu lalang dalam setiap desah nafas yang berhembus. Saat ketauhidan teruji, saat cinta memanggil-manggil, saat perjuangan menanti, dan saat persahabatan berbuah manis. Ingin saya tuliskan satu persatu agar terpuaskan dahaga memberi hak pada setiap waktu yang telah digunakan. Agar kelak mereka yang tidak mengenal saya tau kalau saya pernah ada sedangkan bagi mereka yang telah mengetahui semakin kenal dengan sosok pribadi yang penuh kekurangan ini.

Senin, 15 Agustus 2011

Harga Sebuah Jempol

Fabi ayyi’alaa I rabbikumaa tukadzzibaan….

Sambil menulis postingan  ini, saya menatap jempol saya yang sedang berbalut plester luka. Beberapa waktu lalu jempol ini terluka di sebuah acara akad nikah saudari seperjuangan. Karena acaranya adalah gawe halaqah tarbiyah saya, maka ditengah tamu yang membludak saya memilih membantu dengan mencuci piring. Tapi, qaddarallah sebuah sendok menggores kulit tepat dibawah kuku hingga kulitnya terkelupas. Darah mengalir tak bisa terelakkan. Mungkin melukai pembuluh kapilernya. Saya sudah berusaha membalutnya dengan kain sambil menekannya untuk menghindari pendarahan lebih lanjut, tapi sia-sia. Akhirnya dengan meminta bantuan seorang adik membeli plester luka barulah darah yang mengalir bisa terbendung.

Mereka Bagian Inspirasiku

Terkadang kita dibuat terkagum-kagum oleh ratusan kisah heroik picisan ala anak muda. Atau sederet kisah berlabel “Islam” yang menggelora. Hanya saja, untuk yang satu ini saya begitu tersentak dan terinspirasi. Saya hanya tak bisa membayangkan sebuah zaman yang berisi orang-orang super. Bagi kita super bisa berarti superman, batman, spiderman, de el el..tapi inilah mereka para sahabat Rasululllah Shallallahu’Alayhi Wasallam.

Sirah telah menorehkan kehebatan mereka. Ratusan pribadi telah melalui proses tarbiyah oleh madrasah nubuwwah yang kental dengan aroma wahyu dan kepekatan didikan sang Uswah. Ratusan pribadi itu tak menjadi sosok yang lain dalam proses pembentukannya. Tak menjadi sosok yang asing bagi keluarganya atau kerabatnya kecuali satu dasar prinsip taqwa yang kian menghujam. Mereka tumbuh dalam sibghah yang luar biasa, menembus batas kisah manusia super abad ini.

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...