Bismillahirrahmanirrahim
Romantisme jodoh dan pernikahan?
Itu tema event penulis oleh Kemilau Cahaya Emas ala Nurmayanti Zain. Alasannya? Bulan syawal adalah bulan yang disunnahkan menikah. #megang dagu sambil manggut-manggut#
Saya diundang untuk ikut event. Insya Allah, undangannya diterima. Hmm..dari beberapa komentator yang masuk, ada yang memilih jadi penyimak karena temanya cukup berat. Lalu bagaimana dengan saya? Dibilang berat yah, saya ndak tau cara menimbangnya, (hehehe…) dibilang sepele waduh nulisnya saja butuh waktu #keringatan#. Apalagi gigi saya yang mendadak berontak ditengah penulisan, jadi lah konsentrasi saya buyar. Istirahat adalah pilihan paling jitu, barulah setelah gigi ini berhasil ditenangkan Alhamdulillah saya kembali melanjutkan penulisan tema ini. Tulisan saya tidak akan nongol di sini, tapi nongol di situs penyelenggara event. So, sampai masa pengumpulan tulisan-tulisan akan ditampung dulu. Semoga tulisan saya bermanfaat dan jadi jariyah buat saya. Adalah sebuah kesyukuran bisa nongol di site Kemilau Cahaya Emasnya Maya.
Rabu, 22 Agustus 2012
Selasa, 14 Agustus 2012
The Power of Forgivenees
Meski tak merasa salah,
minta maaflah untuk mendamaikan suasana
minta maaflah untuk mencairkan yang beku
minta maaflah untuk mendamaikan suasana
minta maaflah untuk mencairkan yang beku
Senin, 06 Agustus 2012
Berapa Kali??
Bismillahirrahmanirrahim
Berapa kali kita diciptakan? Sederhananya, berapa kali kita hidup?
Sekali?
Tidak!
Tapi, dua kali.
Kita sedang berada pada kehidupan yang pertama. Kehidupan di dunia ini. Disini, menyaksikan pemandangan yang indah, yang akrab dengan kita sejak bangun hingga terlelap.
Apa saja yang kita saksikan?
Banyak!
Ada mereka yang belajar, ada mereka yang bekerja, ada yang bertransaksi, kendaraan yang berlalu lalang, ada mereka yang berbicara, ada mereka yang tertawa, ada mereka yang tertidur, ada yang makan, ada yang senantiasa sujud, ada yang mentadabburi Al Qur’an, yah.. disini kita hidup, menjalani setiap fase yang telah digariskan kepada kita. Bersama keluarga, sahabat, kawan, suami ataupun isteri, tetangga, kenalan.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(QS. Ali Imran:14)
Berapa kali kita diciptakan? Sederhananya, berapa kali kita hidup?
Sekali?
Tidak!
Tapi, dua kali.
Kita sedang berada pada kehidupan yang pertama. Kehidupan di dunia ini. Disini, menyaksikan pemandangan yang indah, yang akrab dengan kita sejak bangun hingga terlelap.
Apa saja yang kita saksikan?
Banyak!
Ada mereka yang belajar, ada mereka yang bekerja, ada yang bertransaksi, kendaraan yang berlalu lalang, ada mereka yang berbicara, ada mereka yang tertawa, ada mereka yang tertidur, ada yang makan, ada yang senantiasa sujud, ada yang mentadabburi Al Qur’an, yah.. disini kita hidup, menjalani setiap fase yang telah digariskan kepada kita. Bersama keluarga, sahabat, kawan, suami ataupun isteri, tetangga, kenalan.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(QS. Ali Imran:14)
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...