Pufff.......nampaknya perjalanan menuju Amanagappa mengalami kendala, entah karena alasan apa proposal yang sudah rapi jali dan siap dipertaruhkan di ruang seminar harus mengalami penolakan di ruang prodi. Kurang lebih dua jam antrian sampai giliran saya untuk mengajukan pada prodi meminta pembahas seminar, namun jauh panggang dari api belum juga proposal itu dibaca sudah dipental duluan melihat judulnya. Ilahi Rabbi…saya urut dada. Alasannya? Karena penelitian saya sulit!mendengar alasan itu saya bergumam dalam hati, “penelitian sulit bukan alasan untuk dipental kan?” Alasan lainnya adalah penelitian saya menyangkut psikologi pendidikan yang ambil spesialisasi perkembangan peserta didik sedangkan saya adalah calon sarjana pendidikan biologi.Gubrak!!yah…tapi, apa mau dikata? Saya harus bersabar. Dengan langkah gontai saya meninggalkan ruang prodi. …yang lebih hebatnya lagi seharian itu, ada tiga orang yang berasal dari satu pembimbing yang mengalami nasib serupa. Dua orang termasuk saya proposalnya ditolak sedangkan rekan yang lain malah “dibantai” di ruang seminar hasil. Sampai-sampai dosen bersitegang, satu sisi dosen ada yang membela nah di sisi lain ada yang menolak dicantumkannya satu kata pada penelitiannya karena satu kata itu tidak terintegrasi pada penelitian rekan saya..
Tampilkan postingan dengan label penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penelitian. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 April 2011
Selasa, 15 Maret 2011
Menuju Amanagappa (Proposal)
Mengerjakan proposal betul-betul menguras energi, bagaimana tidak?. Terkadang karena keasyikannya saya mengerjakannya hingga waktu berlalu dengan cepat menunjukkan setengah 2 pagi. Hal itu berlanjut selama sepekan. Saya akhirnya tumbang di akhir pekan, karena selain mengerjakan proposal, akhir pekan yang bagi kebanyakan orang adalah pekan rehat justru terbalik bagi saya, tak ada kata istirahat di kamus saya, wajar saja akhwat sempat bilang kok pipi saya agak kempis (kelihatan kurus maksudnya, yah…emang ndak pernah gemuk Ukhti..). Saya tumbang, drop selama tiga hari. Semuanya terjadi di akhir pekan, dan agenda yang tertunda ada 6 agenda. Banyak pihak yang dirugikan. Tapi, saya bahagia. Nah lho….karena perhatian selama saya sakit mengalir dari banyak orang terkasih. Mereka sempat ngomel, katanya saya pasti jarang makan. (Iya sih…tapi, saya bilang saya rajin kok) Tapi, setelah menatap wajah saya dicermin…memang saya Nampak kusam (Mau dicuci pake deterjen kali mukanya..he..he..). Mungkin Karena begadang ditambah sakit yang mendera. Mengerjakan proposal penelitian ini menuju Amanagappa bukan pekerjaan yang mudah, tapi saya tak habis pikir. Kok bisa yah, serumit ini? Karena saya melihat teman-teman saya begitu mudahnya mengerjakan proposal mereka. Saya tidak ingin mengatakan diri saya lalo alias telat loading. Tapi jujur, setiap kali saya ingin maju konsultasi, maka saya langsung mundur mengecek kembali pekerjaaan saya, takut banyak kata yang salah yang tidak sesuai EYD ditambah lagi teman-teman yang selalu mengingatkan agar pengerjaan proposal harus sesuai dengan buku pedoman penyusunan skripsi. Saya harus bekerja perfect, tidak asal-asalan, meskipun saya tau saya tergolong orang yang lambat selesai (dah kelewat waktunya maksudnya, hampir lima tahun..Gubrak!). Tapi, it doesn’t matter. Dalam hal dunia kita harus lihat orang yang ada dibawah kita, kebalikannya untuk akhirat. Hadist ini sebagai salah satu motivator bagi saya, lagian juga beasiswa sudah cukup mnjadi andalan untuk membiayai segala kebutuhan akademik. Saya tidak mau jadi sarjana ecek-ecek. Saya ingin membawa penelitian ini di masyarakat, saya ingin instrumen penelitian saya bisa dipakai oleh banyak orang. Saya ingin dan ingin (Cita-cita jangan sampai bikin kamu jatuh Q!berusaha menasehati diri sendiri). Alhamdulillah, Allah memberikan pembimbing yang sangat baik, perhatian dan tau kapasitas saya, malahan saya diminta nambah variabel penelitian biar lebih biologi katanya. Jadilah, tiga rumusan masalah. Yah lumayan, nambah satu. Meskipun nambah satu tapi sebenarnya dua yang lain berubah total alias nambah masalah baru (Penelitian mah emang nyari-nyari masalah he…he..)
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...