Senin, 28 Februari 2011

Sepatu

Sore mengantarkan malam sebelum bertugas dengannya, ada segores awan putih yang tersketsa dilangit, nampak bawakaraeng tersapu sinar mentari yang sebentar lagi menuju peraduan, diikuti oleh wajah kelelahan orang-orang diatas kendaraan menuju gubuk  masing-masing..saya baru saja pulang dari wisata hisbah yang rutin saya jalankan Insya Allah, kaki saya melangkah perlahan mencoba menikmati rambahan sinar mentari yang mulai menurun kegarangannya hari ini. . menapaki sudut jalan jantung kota Makassar.

Setiap beraktivitas diluar rumah saya sering menggunakan sepatu (Kalau telanjang kaki, ntar disangka gembel Q He....) Karena kebiasaan ini sampai-sampai akhawaat baru sadar, kalau mereka tidak pernah melihat saya memakai sandal sepatu atau sandal dihadapan mereka. Alasan saya cukup sederhana, dengan sepatu kaki saya lebih terasa terlindungi dan mudah melangkah tanpa khawatir sepatu itu akan terlempar jika saya terlalu bersemangat berjalan…(Pengen nendang bola mungkin....)

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...