Sabtu, 17 November 2012

Kita PejuangNya

Karena masih tak percaya

Perjumpaan yang tak berencana

Namamu tersebut

Karena menduga ataukah sudut yang berbeda

Membentuk ruang yang bertolak

Kamis, 25 Oktober 2012

Keep Ur Heart!


Siapa yang tidak kenal hati?? Makhluk paling lembut yang pernah Allah ciptakan, menyibuki segala macam aktivitas kita hingga mengusang oleh jutaan gesekan rasa. Dialah hati. Yang terletak diantara dua jari jemari Ar rahman, betapa mudahnya ia berbolak balik seperti telah diwasiatkan nabi dan direkam oleh ahlul hadits.

Benarlah jika hati itu mampu menangkap getar, mengolah dan memutuskan untuk diredam atau diresonansikan. Hati menangkap getar rasa, mengolah hingga berjibaku menjadi sebuah keniscayaan, memberi putusan yang menganak dua arah, keburukan atau kebaikan namun disaat yang sama mampu meresonansikannya dengan gelombang yang sedemikan rupa.

Rabu, 19 September 2012

Selamat Jalan, Adikku...



Wajah itu masih lekat dalam ingatan, tapi kini sosoknya mendahuluiku sebagai orang yang justru lebih dahulu menghirup oksigen. Yah, dialah kematian. Hari ini, Allah Subhanahu wata’ala menyentak kesadaran saya tentang arti pemutus kenikmatan selamanya. Kita semua akan mati, meninggalkan jejak, tinggal memilih jejak kebaikan atau jejak nista. Nurfadhillah Azhary, sosok sabar dan tenang. Dia lebih banyak tersenyum dibanding tertawa, lebih banyak kerja dibanding berbicara, lebih banyak diam dibanding mengeluh atas apa yang dia rasakan di hadapan manusia.

Rabu, 22 Agustus 2012

Memenuhi Undangan Event

Bismillahirrahmanirrahim

Romantisme jodoh dan pernikahan?

Itu tema event penulis oleh Kemilau Cahaya Emas ala Nurmayanti Zain. Alasannya? Bulan syawal adalah bulan yang disunnahkan menikah. #megang dagu sambil manggut-manggut#

Saya diundang untuk ikut event. Insya Allah, undangannya diterima. Hmm..dari beberapa komentator yang masuk, ada yang memilih jadi penyimak karena temanya cukup berat. Lalu bagaimana dengan saya? Dibilang berat yah, saya ndak tau cara menimbangnya, (hehehe…) dibilang sepele waduh nulisnya saja butuh waktu #keringatan#. Apalagi gigi saya yang mendadak berontak ditengah penulisan, jadi lah konsentrasi saya buyar. Istirahat adalah pilihan paling jitu, barulah setelah gigi ini berhasil ditenangkan Alhamdulillah saya kembali melanjutkan penulisan tema ini. Tulisan saya tidak akan nongol di sini, tapi nongol di situs penyelenggara event. So, sampai masa pengumpulan tulisan-tulisan akan ditampung dulu. Semoga tulisan saya bermanfaat dan jadi jariyah buat saya. Adalah sebuah kesyukuran bisa nongol di site Kemilau Cahaya Emasnya Maya.

Selasa, 14 Agustus 2012

The Power of Forgivenees

Meski tak merasa salah,

minta maaflah untuk mendamaikan suasana

minta maaflah untuk mencairkan yang beku

Senin, 06 Agustus 2012

Berapa Kali??

Bismillahirrahmanirrahim

Berapa kali kita diciptakan? Sederhananya, berapa kali kita hidup?

Sekali?

Tidak!

Tapi, dua kali.

Kita sedang berada pada kehidupan yang pertama. Kehidupan di dunia ini. Disini, menyaksikan pemandangan yang indah, yang akrab dengan kita sejak bangun hingga terlelap.

Apa saja yang kita saksikan?

Banyak!

Ada mereka yang belajar, ada mereka yang bekerja, ada yang bertransaksi, kendaraan yang berlalu lalang, ada mereka yang berbicara, ada mereka yang tertawa, ada mereka yang tertidur, ada yang makan, ada yang senantiasa sujud, ada yang mentadabburi Al Qur’an, yah.. disini kita hidup, menjalani setiap fase yang telah digariskan kepada kita. Bersama keluarga, sahabat, kawan, suami ataupun isteri, tetangga, kenalan.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(QS. Ali Imran:14)

Sabtu, 12 Mei 2012

Tulisan Berantai 12-12-12

Bismillahirrahmanirrahim

Subhanallah.. pagi yang indah selepas sarapan pagi, handphone berdering tanda pesan singkat mampir. Tertera sebuah nama, isinya minta mengerjakan tulisan berantai lagi.. segera meluncur TKP, penasaran macam mana sih Pe-eR nya. Ternyata tulisan berantai, then peserta pertama-nya saya. Hey…itu saya..Allahu Akbar. Masyaa Allah tapi, pertanyaannya saya anggap sebagian besar bukan untuk saya, hahaha…husnuzhon saja deh, mungkin sang pemberi Pe-eR mau tau lebih tentang dirinya dalam pandangan saya.

Ini dia ke-12 pertanyaan “super penting” itu…

1. Menurutmu, Nurmayanti Zain itu seperti apa?

Selasa, 17 April 2012

Nasehat Untuk Sang Pejuang



Bismillahirrahmanirrahim

Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda, yang artinya:
Berbahagialah atau beruntunglah seorang hamba yang mengambil tali kekang kudanya kemudian berjihad di jalan Allah, hingga rambutnya lusuh dan kakinya kotor penuh debu.

Senin, 26 Maret 2012

Pendidikan atau Eksploitasi??

Bismillahirrahmanirrahim


Tereksposenya kisah Siti anak berusia enam tahun yang berdagang bakso keliling kampungnya ke media massa elektronik mengundang banyak simpati masyarakat.

Pagi yang cerah di ahad ini sebelum saya melangkahkan kaki keluar rumah menuju tempat pertemuan rutin bulanan, saya menyempatkan diri melirik tivi barang sejenak guna mengetahui cerita hangat masyarakat Indonesia berikut seabrek masalah bangsa yang tak kunjung habis. Mulai dari demonstrasi yang tak mereda akibat kenaikan harga BBM, wabah tomcat yang melanda daerah jawa timur, kenaikan harga sembako sebagai efek isu kenaikan BBM hingga berujung pada talk show tentang Siti si Bocah penjual bakso.

Stasiun TV yang mengundang Siti beserta keluarga diwawancarai oleh anchor dengan beberapa pertanyaan yang menurut saya sedikit “memaksa” sang Ibu untuk mengakui bahwa ini eksploitasi masa emas anak untuk belajar dan bermain dengan bekerja mencari nafkah. Bahkan Siti pun ketika ditanya apakah Ia merasa kelelahan dengan aktivitas berdagang bakso yang ditekuninya pun menjawab kalau Ia merasa lelah. Maka makin kencanglah sang Anchor mengejar. Meskipun saya memandangnya sebagai sebuah talik ulur program acara. Stasiun TV tersebut juga mengundang Ayah Edy. Tau Ayah Edy kan???

Senin, 27 Februari 2012

Jawaban Untuk Adi Muliadi


Bismillahirrahmnairrahim

Alhamdulillah wa barakallahu fiek atas kunjungan Adi Muliadi berikut permintaannya dalam kotak komentar Stop Pamer Aurat! Untuk memberi apresiasi yang besar atas permintaannya maka, saya memilih untuk mengulasnya dalam satu tulisan khusus. Hal ini bertujuan agar kotak komentarnya tidak jadi halaman postingan, sekaligus bisa dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Untuk menjawab permintaan tersebut, berikut saya kutip komentarnya…

“saya membutuhkan sebuah pendapat dari anda tentang cara yang cepat agar jilbab bisa dipakai di indonesia terkhusus buat kaum muslimah sehingga jilbab tidak menjadi buah bibir di masyarakat sebagai busana yang kuno
syukran sebelumnya”

Ketika membaca permintaan tersebut maka, saya mendapati bahwa permintaan ini mengandung dua pokok permasalahan. Yang pertama, pertanyaan bagaimana cara cepat agar jilbab bisa digunakan oleh muslimah di Indonesia.

Rabu, 08 Februari 2012

Saya Memanggilnya May...

Bismillahirrahmanirrahim

Saya mengenalnya dengan dakwah sebagai latarnya. Pertemuan bulanan yang kerap kali kami adakan untuk saling berkonsolidasi. Satu atau bahkan dua kali sebulan. Selebihnya kami hampir tidak pernah banyak terhubung bahkan kalau boleh jujur semua sebatas formil spirituil. Selain karena kesibukan masing-masing, lebih tepatnya tak banyak waktu untuk saling berbagi cerita. Sampai akhirnya takdir Allah sedikit demi sedikit mengubah keadaan itu. Beberapa bulan sejak diberi amanah mendampingi Maya, saya terkadang dihinggapi tanda tanya. Apa pasalnya? Sebab ia hampir tidak pernah membalas sms atau mengangkat telpon saya. Ketika melewati rumahnya yang tepat bersebelahan dengan lokasi wisata hisbah pun, saya hanya bisa menatap dari kejauhan dan bergumam lirih “Munginkah Ia ada dirumah di siang hari sibuk seperti ini?” dan saya membiarkan tukang becak mengayuh becak tanpa menahannya berhenti sejenak didepan rumah Maya. Sempat ragu, bingung dan khawatir bercampur menjadi satu adonan yang entah akan berbentuk apa jadinya jika keadaan terus seperti ini padahal ia adalah tim work saya.

Sabtu, 04 Februari 2012

Agar Bahtera Tidak Tenggelam

Bismillahirrahmanirrahim

Mata saya terus menerus memantau sudah sampai dimana update peserta yang ikut give away Kemilau Cahaya Emas (Hehehe..takut tersaingi..ah ndaklah..soalnya yang lain pada hebat-hebat sih, saya sih lewat..). sejak GA-nya di launchingkan, sang pemilik blog sudah mengabari kalau akan melaksanakan lomba dan hadiahnya adalah buku karangannya ditambah buku lain yang sepadan. Setelah melihat tanggalnya, saya berencana untuk berada pada urutan terakhir dan di detik terakhir sebelum pintu perlombaan menuju seleksi ditutup, sayangnya saya harus segera mengikutinya khawatir saya tidak kebagian tempat soalnya ruangan buat peserta lomba penuh sesak ditambah lagi semuanya duduk di kursi sesuai dengan nomornya. Saya hanya akan membuat sensasi bila duduk di kursi panas yang terakhir. Bayangkan jika semua mata tertuju padamu dan meminta cap jempolmu hehehe... *ngarep.com*

Hhh…maka akhirnya dengan memohon ridho Allah saya menuliskan aksara saya setahap demi setahap ditengah aktivitas saya mempersiapkan materi pelatihan dan seminar di malam ahad awal februari ini.

Dari sekian banyak tulisan di blog Kemilau Cahaya Emas yang semakin menyilaukan namun tetap menjadi lentera itu, saya sempat dihinggapi kebingungan memilih tulisan yang mana yang harus saya jadikan ulasan. Maklum, semua tulisannya bagus sih..(Hehehe..May, ini bukan dalam rangka nyogok pakai pujian yah?!Soalnya, saya kan jarang memuji kalau memang tidak layak dapat pujian. Nanti kalau Maya kelelep di lautan pujian, maka harus ada yang menggenggam erat tangannya agar selamat…*kok rada-rada ndak nyambung yah?Hehehe..tak apalah*

Tapi, ada satu judul yang melayang dan bermain-main di benak saya. Agar Bahtera Tidak Tenggelam (Hatta La Taghriq Assafinah). Alhamdulillah Ahaa..*sambil menjentikkan jari* saya menemukan yang pas. Cukup singkat, tapi pembahasan soal judul diatas bisa berbulan-bulan, bahkan bisa jadi blog ini akan sesak dengan kata-kata.

Senin, 23 Januari 2012

Berkah dari Langit


Bersatu dan berkemul memilih warna, kelabu

Berarak dan melambai

Tapi entah berangkat kemana, ghaib

Rupa yang laksana pucat memecah keceriaan sang hangat

Tak butuh waktu lama

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...