Keindahan sesungguhnya dalam sebuah perjuangan bukan pada hasilnya. Tapi kenikmatan-kenikmatan yang timbul dari proses perjuangan tadi (Pepatah Bijak)
Tampilkan postingan dengan label jilbab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jilbab. Tampilkan semua postingan
Minggu, 19 Oktober 2014
Jadilah Pemenang Sejati
Rabu, 04 Desember 2013
Pakaian Takwa
Apa sikap mereka wanita terbaik sepanjang zaman ketika wahyu yang menyinggung busana mereka dibacakan? tanpa berfikir perhatikanlah mereka yang seketika itu pula mereka mencari celah bumi untuk bersembunyi melindungi diri dari pandangan manusia, menarik apa saja yang berada disekitarnya untuk segera merealisasikan titah langit yang agung itu. Tak ada komentar berlebihan, keluh ataupun kesah. Hanya sami’na wa atha’na. Kepatuhan sesegera gelombang suara menyentuh gendang telinga milik mereka.
Senin, 27 Februari 2012
Jawaban Untuk Adi Muliadi
Bismillahirrahmnairrahim
Alhamdulillah wa barakallahu fiek atas kunjungan Adi Muliadi berikut permintaannya dalam kotak komentar Stop Pamer Aurat! Untuk memberi apresiasi yang besar atas permintaannya maka, saya memilih untuk mengulasnya dalam satu tulisan khusus. Hal ini bertujuan agar kotak komentarnya tidak jadi halaman postingan, sekaligus bisa dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Untuk menjawab permintaan tersebut, berikut saya kutip komentarnya…
“saya membutuhkan sebuah pendapat dari anda tentang cara yang cepat agar jilbab bisa dipakai di indonesia terkhusus buat kaum muslimah sehingga jilbab tidak menjadi buah bibir di masyarakat sebagai busana yang kuno
syukran sebelumnya”
Ketika membaca permintaan tersebut maka, saya mendapati bahwa permintaan ini mengandung dua pokok permasalahan. Yang pertama, pertanyaan bagaimana cara cepat agar jilbab bisa digunakan oleh muslimah di Indonesia.
Senin, 21 November 2011
Stop Pamer Aurat!!
Saya mau berbagi pengalaman dengan mereka yang mengaku dirinya wanita muslimah. Yang mengakui Allah sebagai Ilahnya dan Rasulullah sebagai utusanNya. Juga kepada saudari-saudari saya yang masih ragu dengan janji Allah. Ini semua kumpulan pengalaman pribadi yang saya alami di sepanjang perjalanan menyusuri jalan di kota ini. Sedikit malu juga sebagai wanita. Ceritanya begini, waktu itu saya sedang jalan di depan pusat perbelanjaan di jantung kota Makassar, nah di tepi jalannya berjejer tukang becak yang kadang sedikit maksa untuk ditumpangi. Hmmm…mungkin tuntutan profesi dan asap dapur (hehe..). pas turun dari pete-pete (istilah angkot di Makassar) saya lantas melanjutkan perjalanan dengan kaki, soalnya kalau berhenti lebih depan lagi, khawatir supirnya bisa ditilang.
Cerita punya cerita, dalam perjalanan itu di depan saya juga ada seorang wanita yang berpakaian yang sangat kontras dengan kostum saya sebagai muslimah.
Cerita punya cerita, dalam perjalanan itu di depan saya juga ada seorang wanita yang berpakaian yang sangat kontras dengan kostum saya sebagai muslimah.
Selasa, 21 September 2010
Episode Baru bersama Gadis Sipit
Saya melihat gadis itu ketika masih menjadi Mahasiswa baru di UNM, seorang gadis sipit dengan kepala yang tak dihiasi dengan jilbab. Saat itu saya mengambil kesimpulan, mungkin ia seorang gadis nasrani. Karena FMIPA UNM terkenal dengan kampus religious, jangan berani masuk kalau tak menggunakan jilbab. Tapi, ketika seorang akhwat mengatakan dia seorang muslimah, menurut saya dia terlalu berani untuk masuk kampus tanpa berjilbab. Meskipun saya tau, ketika di luar kampus dan di kos-kosan rata-rata mahasiswi menanggalkan jilbabnya seolah tak berbekas sama sekali makna perintah Allah tersebut untuk menjaga mereka. Kami berbeda jurusan tapi gedung kami saling berhadapan. Ia cukup menarik perhatian penghuni kampus, kulitnya yang putih dan parasnya yang tak membosankan plus karakternya yang supel, murah senyum serta sifat tomboy membuat ia memiliki banyak teman pria.
Saya masih ingat Waktu itu kami sebagai Maba diwajibkan mengikuti berbagai mata kuliah dasar sains baik itu kimia, fisika, kalkulus dan biologi berikut dengan praktikumnya, maka setiap gedung akan kami sambangi setiap harinya untuk “BURAS” alias Buru Asisten hanya sekedar meminta tanda tangan mereka. Bersama dengan rekan sekelompoknya pun ia menunggu waktu itu. Kami pun berpapasan di tangga, tapi tak saya temui sikap murah senyum tersebut diberikan pada saya. Yah..saya mencoba
Saya masih ingat Waktu itu kami sebagai Maba diwajibkan mengikuti berbagai mata kuliah dasar sains baik itu kimia, fisika, kalkulus dan biologi berikut dengan praktikumnya, maka setiap gedung akan kami sambangi setiap harinya untuk “BURAS” alias Buru Asisten hanya sekedar meminta tanda tangan mereka. Bersama dengan rekan sekelompoknya pun ia menunggu waktu itu. Kami pun berpapasan di tangga, tapi tak saya temui sikap murah senyum tersebut diberikan pada saya. Yah..saya mencoba
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...

