Tampilkan postingan dengan label Nasihah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Desember 2013

Pakaian Takwa

Apa sikap mereka wanita terbaik sepanjang zaman ketika wahyu yang menyinggung busana mereka dibacakan? tanpa berfikir perhatikanlah mereka yang seketika itu pula mereka mencari celah bumi untuk bersembunyi melindungi diri dari pandangan manusia, menarik apa saja yang berada disekitarnya untuk segera merealisasikan titah langit yang agung itu. Tak ada komentar berlebihan, keluh ataupun kesah. Hanya sami’na wa atha’na. Kepatuhan sesegera gelombang suara menyentuh gendang telinga milik mereka.

Senin, 06 Agustus 2012

Berapa Kali??

Bismillahirrahmanirrahim

Berapa kali kita diciptakan? Sederhananya, berapa kali kita hidup?

Sekali?

Tidak!

Tapi, dua kali.

Kita sedang berada pada kehidupan yang pertama. Kehidupan di dunia ini. Disini, menyaksikan pemandangan yang indah, yang akrab dengan kita sejak bangun hingga terlelap.

Apa saja yang kita saksikan?

Banyak!

Ada mereka yang belajar, ada mereka yang bekerja, ada yang bertransaksi, kendaraan yang berlalu lalang, ada mereka yang berbicara, ada mereka yang tertawa, ada mereka yang tertidur, ada yang makan, ada yang senantiasa sujud, ada yang mentadabburi Al Qur’an, yah.. disini kita hidup, menjalani setiap fase yang telah digariskan kepada kita. Bersama keluarga, sahabat, kawan, suami ataupun isteri, tetangga, kenalan.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(QS. Ali Imran:14)

Selasa, 17 April 2012

Nasehat Untuk Sang Pejuang



Bismillahirrahmanirrahim

Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda, yang artinya:
Berbahagialah atau beruntunglah seorang hamba yang mengambil tali kekang kudanya kemudian berjihad di jalan Allah, hingga rambutnya lusuh dan kakinya kotor penuh debu.

Senin, 21 November 2011

Stop Pamer Aurat!!

Saya mau berbagi pengalaman dengan mereka yang mengaku dirinya wanita muslimah. Yang mengakui Allah sebagai Ilahnya dan Rasulullah sebagai utusanNya. Juga kepada saudari-saudari saya yang masih ragu dengan janji Allah. Ini semua kumpulan pengalaman pribadi yang saya alami di sepanjang perjalanan menyusuri jalan di kota ini. Sedikit malu juga sebagai wanita. Ceritanya begini, waktu itu saya sedang jalan di depan pusat perbelanjaan di jantung kota Makassar, nah di tepi jalannya berjejer tukang becak yang kadang sedikit maksa untuk ditumpangi. Hmmm…mungkin tuntutan profesi dan asap dapur (hehe..). pas turun dari pete-pete (istilah angkot di Makassar) saya lantas melanjutkan perjalanan dengan kaki, soalnya kalau berhenti lebih depan lagi, khawatir supirnya bisa ditilang.

Cerita punya cerita, dalam perjalanan itu di depan saya juga ada seorang wanita yang berpakaian yang sangat kontras dengan kostum saya sebagai muslimah.

Kamis, 07 April 2011

Cinta?Again!


Again!topik yang bagi saya tak pernah habisnya untuk dibahas oleh siapa saja dan dalam masa yang tak pernah lekang. Cinta…memaknainya tak butuh sederet teori. Memaknainya tak butuh ratusan seminar atau talk show. Karena ia bukan kata sifat atau kata benda. Cinta, amor, love, hubb or aid dan sejumput kata asing lain adalah sebuah kata kerja. Maka memaknai cinta adalah memaknai kerja. Lalu bagaimana dengan proses kerja itu sendiri?. Cinta bekerja dengan awalan men- bukan di-. Mencintai berarti memberi cinta, bukan dicintai yang berarti diberikan cinta. Hidup yang penuh dengan kerja untuk men-cintai, adalah sebuah hidup untuk memaknai hidup.  Sebagian besar bahkan kebanyakan orang lebih berfokus untuk menunggu cinta yang dicintai tanpa berfokus untuk memberi cinta pada yang dicinta. Hm…cinta..

Suatu hari seorang sahabat pernah berkata begini pada saya,

Selasa, 05 April 2011

Jalan itu telah kau pilih, maka susurilah....

Memilih jalan dakwah sebagai jalan hidup bukanlah pillihan mudah, bukan pula jalan yang serupa dengan jalan berhias taman dipinggirannya apalagi serupa jalan tol yang bebas hambatan. Memilih jalan dakwah adalah pilihan besar yang pasti ujungnya adalah jannah-Nya. Seringkali terdengar sebuah keluhan hati dari saudari disekitar kita bahwa mereka lelah dengan jalan yang telah mereka pilih tersebut, yang jika keluhan itu tidak segera di “treatment” berakibat pada mundurnya mereka dari jalan dakwah ini yang secara otomatis menambah lagi para penonton bukan pemain. Jalan dakwah ketika telah dipilih sebagai jalan hidup maka, pada hakikatnya orang-orang yang telah mundur dari jalan tersebut adalah orang yang sedang tidak berada dalam hidupnya. Ibarat ikan yang keluar dari air lantas menggelepar dan mati. Allah seantiasa memilih hamba-hambaNya yang siap berjuang menegakkan kalimat tauhid. Seorang Ustadz pernah berkata bahwa Allah senantiasa menjadikan dari hamba-hambaNya itu orang-orang yang berjuang dijalanNya dengan harta dan jiwa mereka yang dengan perjuangan itu mereka telah menukarkan hidupnya dengan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Bukan itu saja tetapi mereka akan diberikan kemenangan yang besar. Suatu janji yang tak mungkin diingkari.

Jumat, 28 Januari 2011

Meraih kemuliaan disisi Allah

Dalam Al Qur’an Allah Azza wa Jalla telah berfirman:

“Kamu (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat)yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah”(QS. Ali Imran:104).

Kata kuntum dalam ayat ini spesifik disampaikan kepada sahabat, bahwa mereka dikatakan sebaik-baik umat akan tetapi juga diberikan keumuman bagi kaum muslimin  yang berdakwah sebab ayat ini mempersyaratkan bahwa sebaik-baik umat adalah mereka yang menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Kemuliaan yang Allah lekatkan kepada suatu kaum ataupun seseorang bukanlah harga yang murah, setiap kemuliaan tidaklah diperoleh dengan mudah tetapi kemuliaan diperoleh dengan masyaqqah sebab thariqah dakwah memiliki banyak ujian sebagaimana juga Allah telah berfirman dalam Al Qur’an:

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan “Kami telah beriman,”dan mereka tidak diuji?”(QS.Al Ankabut:2)

Tidak ada satu pun dalil yang menegaskan bahwa kemuliaan dapat diperoleh dengan predikat-predikat duniawi. Mari kita merenungi bahwa banyak ayat ataupun hadist yang memberikan gambaran bahwa mereka yang mulia antara lain orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya, belajar dan mengajarkan Al Qur’an, serta beriman dan bertakwa. Kemuliaan itu adalah apa yang dinilai mulia oleh Allah.

Jumat, 22 Oktober 2010

Anak Bukan Penghalang Dakwah

Puff….badan saya masih terasa lelah setelah beraktivitas seharian, inginnya sih langsung tidur pulas diatas pulau kapuk, merebahkan tubuh dan melepas penat. Tapi, khawatir inspirasi ini kelewat buat dituliskan, maka saya bangkit lagi lantas menekan tombol power laptop, saya lantas melangkahkan kaki menuju dapur, mengambil sebuah gelas keramik putih hadiah ultah kota Makassar yang ke-400 lalu menuang segelas teh hangat dan mengoleskan margarine pada roti tawar dan duduk di depan laptop setelah sebelumnya menekan beberapa tuts keyboard mengetik password sembari menyangkutkan headset dikepala mendengarkan radio melalui hp untuk tau situasi kota saat ini. yah, beginilah gaya saya menggali inspirasi, mengais kata-kata untuk dijejer rapi membentuk sebuah tulisan sederhana tentang hidup. Meskipun sesekali harus tersentak karena nada sms masuk yang memekakkan gendang telinga.

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...