Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

Serambi Madinah Bertabur Cinta


"Karena kita cinta, mencintai Sang Cinta, mengutamakan Cinta diatas Cinta. Karena Cinta itu kerja aktif bukan pasif. Hanya ada satu cinta, yang terpatri didalam ribuan hati, hingga setiap hati merengkuh hikmahnya masing-masing dalam kesatuan jutaan hikmah. Bersama menabur Cinta pada bumi Serambi Madinah". (Rezky Batari Razak)

Terkadang kita dihantui ketakutan yang berlebihan, merasa tidak mampu, kurang motivasi, atau mungkin pandangan bahwa tidak untuk saat ini..
Tetapi, perjuangan itu sejatinya menguras rasa ketakutan yang berlebihan, mencabik rasa tidak mampu, mengoyak pandangan pesimis..
karena kita yakin ada Allah yang membersamai, selama ikhlas terus terjaga dan ittibaurrasul mengiringi..
maka, teruslah bergerak, bergerak dengan teratur, terukur dan terarah, hingga tak terasa kaki telah berpijak di tempat seharusnya kita beristirahat.
dan itu bukan disini..

#Untukmu Pejuang Cinta yang menjejak bumi serambi Madinah.

Minggu, 06 November 2011

Filosofi Tukang Parkir

Suatu siang yang indah mengawali perjalanan kami berdua yaitu Saya dan sahabat saya. Siang terik mengantarkan kami untuk membawa obat sakit gigi bagi penghuni sebuah hotel bintang lima dibilangan pettarani. Obat sakit gigi itu untuk kakak sahabat saya. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di hotel tersebut rasanya seperti berada dibagian lain kota Makassar. Maklum, gaulnya bukan di hotel. Yang menarik pandangan mata saya adalah lahan parkir yang berisi mobil-mobil mewah. Berbagai merk mobil kenamaan berjejer rapi, mengkilat dan menunjukkan kelas pemiliknya yang high. Saya coba mereka-reka nilai lahan parkir tersebut yang mungkin bernilai milyaran rupiah (Heheh,,,sempat juga ngitungnya!). lantas pandangan saya beralih pada pria yang memakai rompii oranye lengkap dengan topi dan peluit yang menghiasi lehernya bukan sebagai kalung sebab entar disangka orang gila yang menggantung peluit dileher sebagai kalung (He….he…) tapi siap dipeluit sewaktu-waktu, kan daripda mengandalkan suara yang terbatas pake peluit aja, nadanya juga bisa diatur empat per empat atau tiga perempat hussy…ngaco…

Kamis, 07 April 2011

Cinta?Again!


Again!topik yang bagi saya tak pernah habisnya untuk dibahas oleh siapa saja dan dalam masa yang tak pernah lekang. Cinta…memaknainya tak butuh sederet teori. Memaknainya tak butuh ratusan seminar atau talk show. Karena ia bukan kata sifat atau kata benda. Cinta, amor, love, hubb or aid dan sejumput kata asing lain adalah sebuah kata kerja. Maka memaknai cinta adalah memaknai kerja. Lalu bagaimana dengan proses kerja itu sendiri?. Cinta bekerja dengan awalan men- bukan di-. Mencintai berarti memberi cinta, bukan dicintai yang berarti diberikan cinta. Hidup yang penuh dengan kerja untuk men-cintai, adalah sebuah hidup untuk memaknai hidup.  Sebagian besar bahkan kebanyakan orang lebih berfokus untuk menunggu cinta yang dicintai tanpa berfokus untuk memberi cinta pada yang dicinta. Hm…cinta..

Suatu hari seorang sahabat pernah berkata begini pada saya,

Kamis, 24 Maret 2011

Ada Cinta di KKN



Genap 2 bulan saya ditugaskan di lokasi KKN, sebuah desa terpencil disalah satu kabupaten di Sulawesi Selatan. Diawal perjalanan masih terngiang setiap kalimat nasehat akhwat agar terus istiqomah, betapa hati ini terus bersyukur diberikan saudara yang selalu mengingatkan. Mulai dari nasehat buku apa yang harus dibawa untuk bekal dakwah, cara bergaul dengan teman seposko yang lawan jenis, jangan sampai putus kontak sampai yang paling ekstrim hati-hati dengan cinlok alias cinta lokasi. Cinta yang banyak melanda mahasiswa yang sedang dalam tugas mengabdi pada masyarakat. Cinta yang katanya membuat masa-masa KKN yang panjang menjadi lebih indah dan menyenangkan. Akankah saya bisa bertahan??Jauh dari saudari-saudari seperjuangan, jauh dari halaqah tarbiyah, jauh dari kesibukan yang menyita sebagian besar waktu saya saat berada di Makassar..Ya Rabbi..Akankah??Akankah saya bisa bertahan ditengah-tengah pergolakan batin yang menyeruak tajam saat syari’at Allah dilanggar dihadapan mata lantas saya hanya bisa menegur dalam gumam yang tak terdengar…

Selasa, 16 Maret 2010

Cinta

Ku tepis cinta bukan karena ia dosa
namun ia telah salah memilih posisi dan waktu
Cinta ku tepis bukan karena ia nista,
hanya saja cinta terlihat begitu indah hingga melupakan dan melenakan
Cinta itu ku tepis bukan dengan logika, amarah atau deraian air mata
Tapi ia ditepis dengan doa kepada Sang Empunya cinta
Dan sungguh, cinta hanya indah  manakala mekar pada waktunya.
(Rezky Batari Razak~Guru Ngaji Kampung)

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...