Bismillahirrahmanirrahim
Senin sore menjelang maghrib, Makassar diguyur hujan deras. Hari yang dingin dan basah itu adalah jadwal wisata hisbah bareng Ukhti Nurul. Halaqah saya cepat berakhir karena cepat mulainya, sedangkan Nurul karena datangnya telat ditambah pembicaraannya seru di halaqah yang ia tangani akhirnya molor hingga pukul 6. Sambil menunggu,, saya nikmati sore itu diteras sebuah mushollah yang sepi. Tak berapa lama, Nurul keluar dari ruangan kecil yang ada di sisi mushollah yang masih menjadi bagian bangunan sederhana itu. Setelah meminta maaf karena sudah membuat saya menunggu lama akhirnya kami pun meninggalkan lokasi penjebakan (Eh…bukan!Lokasi halaqah maksudnya) bersama salah seorang adik ngaji kami. Lumayan lah, bisa numpang mobil saudari sendiri, hemat ongkos..apalagi lokasi yang jauh menuntut kita naik angkot dan becak, tidak bisa berjalan kaki apalagi kalau waktunya mepet siang bolong pula bisa-bisa jadi roti bakar yang gesang..eh gosong..
Rabu, 14 Desember 2011
Minggu, 11 Desember 2011
Tulisan Berantai 11-11-11
Bismillahirrahmanirrahim
PR lagi...PR lagi...Awalnya saya menyangka ini tanggal, dah mikir jauh tuh…ngapain yah saya waktu tanggal itu? Ternyata saya salah kaprah, once again nih anak (Maya maksudnya) bikin saya harus menulis dengan tulisan berantai. Mesti berjibaku dulu dengan pemikiran dan bergumul dengan sejuta dilema (wuiiihhh…) supaya tulisan ini tidak ada unsur lebay-nya sama sekali. Ala fikrah soal 11-11-11, saya akan mulai dengan permintaan pertama tentang 11 hal pada diri saya. Semoga tidak mengandung unsur narsis…
Se-belas hal tentang saya
1. Serius
Yah, saya orang yang sangat serius. Bahkan semua orang yang pertama kali bertemu akan mengatakan hal ini. Katanya kening saya suka berkerut…kebanyakan malah pilih lari saking seriusnya saya..hahaha curhat…
PR lagi...PR lagi...Awalnya saya menyangka ini tanggal, dah mikir jauh tuh…ngapain yah saya waktu tanggal itu? Ternyata saya salah kaprah, once again nih anak (Maya maksudnya) bikin saya harus menulis dengan tulisan berantai. Mesti berjibaku dulu dengan pemikiran dan bergumul dengan sejuta dilema (wuiiihhh…) supaya tulisan ini tidak ada unsur lebay-nya sama sekali. Ala fikrah soal 11-11-11, saya akan mulai dengan permintaan pertama tentang 11 hal pada diri saya. Semoga tidak mengandung unsur narsis…
Se-belas hal tentang saya
1. Serius
Yah, saya orang yang sangat serius. Bahkan semua orang yang pertama kali bertemu akan mengatakan hal ini. Katanya kening saya suka berkerut…kebanyakan malah pilih lari saking seriusnya saya..hahaha curhat…

Sabtu, 10 Desember 2011
Awas Terlelap!
Bismillahirrahmanirrahim
Jika jiwa telah merasa aman, maka tubuh yang merasa penat segera meminta pemenuhan hak dengan tidur. Begitu pula dengan amanah yang “dirasa” sudah terlaksana, memiliki perasaan aman lantas terlelap oleh keadaan yang ada. Selaiknya kita tak pernah merasa aman dengan peperangan dan perjuangan. Selaiknya para pasukan yang terus berjaga di perbatasan negeri yang tak ingin terlelap barang sejenak pun sebab musuh senantiasa mengintai. Itulah mata yang dijanjikan tak terjilat api neraka.
Awas terlelap..jika sang qiyadah terlelap, kira-kira bagaimana dengan pasukan yang ia pimpin?Akankah ada yang selamat?Akankah ada yang tetap semangat?sedang musuh senantiasa berjingkat mendekat..
Awas terlelap, jika telah memilih menjadi pejuang agamaNya..maka lelap hanya ada saat kenikmatan yang tertinggi telah teraih, saat tak ada lagi perih..
Jika jiwa telah merasa aman, maka tubuh yang merasa penat segera meminta pemenuhan hak dengan tidur. Begitu pula dengan amanah yang “dirasa” sudah terlaksana, memiliki perasaan aman lantas terlelap oleh keadaan yang ada. Selaiknya kita tak pernah merasa aman dengan peperangan dan perjuangan. Selaiknya para pasukan yang terus berjaga di perbatasan negeri yang tak ingin terlelap barang sejenak pun sebab musuh senantiasa mengintai. Itulah mata yang dijanjikan tak terjilat api neraka.
Awas terlelap..jika sang qiyadah terlelap, kira-kira bagaimana dengan pasukan yang ia pimpin?Akankah ada yang selamat?Akankah ada yang tetap semangat?sedang musuh senantiasa berjingkat mendekat..
Awas terlelap, jika telah memilih menjadi pejuang agamaNya..maka lelap hanya ada saat kenikmatan yang tertinggi telah teraih, saat tak ada lagi perih..
Senin, 05 Desember 2011
Tulisan Berantai: PR SMP
Bismillah
Ngek…Maya…si Putri Cahaya ngasih PR tulisan nih. Katanya bloggers diminta menuliskan lima pengalaman teranyar *hahaha* semasa SMP. Hm…apa ndak salah? Harus menggali memori yang tersimpan rapi. Kalau cerita gita SMA sih maybe masih anget-anget kuku, dan terkadang cerita SMP hanya berisi kekonyolan dan kebanyolan tak terbayangkan…Hehehe..Tapi, PR telah dikirimkan maka, baiklah Bu Maya…akan segera dituntaskan!Khawatir nih memori keburuan basi gara-gara males mengerjakan PR…
Lima Kenangan yang Paling Berharga di Masa Sekolah Menengah Pertama
1. Berenang di banjir Sekolah
Masa-masa SMP saya habiskan di sekolah pinggiran kota yang masih masuk kompleks perumahan. So, ndak ada cerita tuh pake acara naik angkot ke sekolah. Malah saya bisa pulang sewaktu-waktu kalau saya mau karena jaraknya yang hanya 400 meter dari rumah. Anak-anak SMP lain sering bilang sekolah kami kolam renang *hahaha…soalnya kalau hujan deras semalaman bisa dipastikan esok hari sekolah kami akan tenggelam hingga sebetis..maka jadilah kolam renang plus kolam ikan. Apalagi sekolah kami dikelilingi rawa dan persawahan penduduk. Maka, lengkap sudah penderitaan hiks..tapi, hal itu terkadang surga buat sebagian teman-teman saya. Pasalnya, kalau banjir begitu artinya sekolah diliburkan. Bahkan kami pernah libur sampai tiga hari karena banjir. Maklum saja, semua kelas terendam air. Hmm..serunya kita sengaja datang ke sekolah meski tau libur cuma buat berenang di lapangan bola yang sudah berubah jadi kolam renang. Dan…Burrr….loncat indah pun dimulai.. satu persatu teman saya menunjukkan atraksinya. Ooo..oo..tapi saya hanya jadi penonton dipinggir kolam sambil merendam kaki, dan Hup…nangkap ikan yang tiba-tiba lewat >_< hahaha…saya lebih memilih profesi nelayan dibanding atlet renang dadakan bareng teman-teman cewek lain waktu itu!
2. Pengalaman pertama berhijab
Ngek…Maya…si Putri Cahaya ngasih PR tulisan nih. Katanya bloggers diminta menuliskan lima pengalaman teranyar *hahaha* semasa SMP. Hm…apa ndak salah? Harus menggali memori yang tersimpan rapi. Kalau cerita gita SMA sih maybe masih anget-anget kuku, dan terkadang cerita SMP hanya berisi kekonyolan dan kebanyolan tak terbayangkan…Hehehe..Tapi, PR telah dikirimkan maka, baiklah Bu Maya…akan segera dituntaskan!Khawatir nih memori keburuan basi gara-gara males mengerjakan PR…
Lima Kenangan yang Paling Berharga di Masa Sekolah Menengah Pertama
1. Berenang di banjir Sekolah
Masa-masa SMP saya habiskan di sekolah pinggiran kota yang masih masuk kompleks perumahan. So, ndak ada cerita tuh pake acara naik angkot ke sekolah. Malah saya bisa pulang sewaktu-waktu kalau saya mau karena jaraknya yang hanya 400 meter dari rumah. Anak-anak SMP lain sering bilang sekolah kami kolam renang *hahaha…soalnya kalau hujan deras semalaman bisa dipastikan esok hari sekolah kami akan tenggelam hingga sebetis..maka jadilah kolam renang plus kolam ikan. Apalagi sekolah kami dikelilingi rawa dan persawahan penduduk. Maka, lengkap sudah penderitaan hiks..tapi, hal itu terkadang surga buat sebagian teman-teman saya. Pasalnya, kalau banjir begitu artinya sekolah diliburkan. Bahkan kami pernah libur sampai tiga hari karena banjir. Maklum saja, semua kelas terendam air. Hmm..serunya kita sengaja datang ke sekolah meski tau libur cuma buat berenang di lapangan bola yang sudah berubah jadi kolam renang. Dan…Burrr….loncat indah pun dimulai.. satu persatu teman saya menunjukkan atraksinya. Ooo..oo..tapi saya hanya jadi penonton dipinggir kolam sambil merendam kaki, dan Hup…nangkap ikan yang tiba-tiba lewat >_< hahaha…saya lebih memilih profesi nelayan dibanding atlet renang dadakan bareng teman-teman cewek lain waktu itu!
2. Pengalaman pertama berhijab
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...