“Hati-hati nulis!”
“Awas mengumbar kehidupan pribadi!”
“Jangan lebay deh dengan tulisan kamu!”
Sejumput pernyataan model begini sudah beberapa kali berseliweran. Warning buat kita-kita the bloggers mania yang hobby nulis dan posting tulisan di dunia maya. Buat yang sudah ahli berolah kata dengan kalimat sendiri, tidak lebay ketika nulis memang hal yang mudah. Atau untuk mereka yang sudah biasa buat artikel. But, buat kita-kita (maksud saya, khususnya saya gitu!!) menulis kehidupan pribadi dalam blog lebih mudah dibandingkan harus ngopas sana sini biar blog ramai tulisan juga bukan pilihan yang urgen. Toh orang bisa dapat itu dari situs utamanya?. Sampai disini alasan pertama bisa jadi argumentasi yang mapan. Atau saya tambah lagi satu biar genap argumentasinya, mengambil kehidupan pribadi lebih bisa termaknai dengan menarik benang merah agar di kemudian hari kita bisa menyimpulkan”yah ini dia pelajaran hidup”.
Memang, diakui aktivitas menulis adalah aktivitas yang tidak semua orang bisa menggelutinya. Menulis adalah sarana menyampaikan opini, persepsi, argumentasi dan seikat makna lain yang serupa. Sarana yang terkadang bisa lebih menyentuh dibandingkan dengan berbicara langsung. Meskipun harus pula diakui kalau apa yang kita tulis juga kudu bin wajib dipertanggungjawabkan. Kenapa?karena jari jemari menggantikan posisi mulut dalam berbicara. So pasti itu berarti hukum lisan pun berlaku padanya. Sebagaimana pula lisan yang harus menyampaikan yang baik-baik saja, maka tulisan pun harus menyampaikan yang baik-baik saja.
Saya sedikit tergelitik ketika membaca sebuah uneg-uneg seseorang yang mengkritisi kehadiran blog-blog pribadi akhwat
Minggu, 18 September 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...