Selasa, 16 Maret 2010
Cinta
Ku tepis cinta bukan karena ia dosa
namun ia telah salah memilih posisi dan waktu
Cinta ku tepis bukan karena ia nista,
hanya saja cinta terlihat begitu indah hingga melupakan dan melenakan
Cinta itu ku tepis bukan dengan logika, amarah atau deraian air mata
Tapi ia ditepis dengan doa kepada Sang Empunya cinta
Dan sungguh, cinta hanya indah manakala mekar pada waktunya.
(Rezky Batari Razak~Guru Ngaji Kampung)
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...