Puff….badan saya masih terasa lelah setelah beraktivitas seharian, inginnya sih langsung tidur pulas diatas pulau kapuk, merebahkan tubuh dan melepas penat. Tapi, khawatir inspirasi ini kelewat buat dituliskan, maka saya bangkit lagi lantas menekan tombol power laptop, saya lantas melangkahkan kaki menuju dapur, mengambil sebuah gelas keramik putih hadiah ultah kota Makassar yang ke-400 lalu menuang segelas teh hangat dan mengoleskan margarine pada roti tawar dan duduk di depan laptop setelah sebelumnya menekan beberapa tuts keyboard mengetik password sembari menyangkutkan headset dikepala mendengarkan radio melalui hp untuk tau situasi kota saat ini. yah, beginilah gaya saya menggali inspirasi, mengais kata-kata untuk dijejer rapi membentuk sebuah tulisan sederhana tentang hidup. Meskipun sesekali harus tersentak karena nada sms masuk yang memekakkan gendang telinga.
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...