Bismillahirrahmanirrahim
Jika jiwa telah merasa aman, maka tubuh yang merasa penat segera meminta pemenuhan hak dengan tidur. Begitu pula dengan amanah yang “dirasa” sudah terlaksana, memiliki perasaan aman lantas terlelap oleh keadaan yang ada. Selaiknya kita tak pernah merasa aman dengan peperangan dan perjuangan. Selaiknya para pasukan yang terus berjaga di perbatasan negeri yang tak ingin terlelap barang sejenak pun sebab musuh senantiasa mengintai. Itulah mata yang dijanjikan tak terjilat api neraka.
Awas terlelap..jika sang qiyadah terlelap, kira-kira bagaimana dengan pasukan yang ia pimpin?Akankah ada yang selamat?Akankah ada yang tetap semangat?sedang musuh senantiasa berjingkat mendekat..
Awas terlelap, jika telah memilih menjadi pejuang agamaNya..maka lelap hanya ada saat kenikmatan yang tertinggi telah teraih, saat tak ada lagi perih..
Awas terlelap, pantaskah kita terlelap sedang Rasulullah berpeluh tersengat matahari, menempuh jauh perjalanan dakwah, terluka hingga gigi beliau patah dalam perang uhud..?
Awas terlelap, wajarkah kita bersantai padahal Bilal tertindih dengan batu bertahan dengan kalimat Syahadat?
Awas terlelap, seperti Bani Israil yang mampu terlelap hingga tak segan menyuruh Nabiullah Musa masuk ke gerbang Palestina bersama Rabbnya..lalu maukah kita serupa dengan mereka?
Awas terlelap, karena merasa tak ada ujian yang berarti lantas memilih rehat sejenak hingga terlelap..seperti kuda yang tertambat tak tertunggang hingga bergerak menuju alam mimpi berlari mengejar rumput yang bergoyang…
Andai telah terlelap, maka bersegeralah menuju gerbang pembatas alam mimpi dan alam nyata..hancurkan gerbang itu dan katakan untuk tidak kembali lagi. Katakan selamat tinggal…karena gerbang yang semestinya dituju adalah gerbang Jannah-Nya..
Awas terlelap..sebuah nasehat singkat untuk jiwa yang terantuk karena mengantuk!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...
masyaAllah..
BalasHapusAwas Terlelap..
menghentakkan sekali kak :D
-------------------------------
karena prestasi ta yang gemilang kak, saya kasi ki lagi PR ahahahahahaha
http://nurmayantizain.blogspot.com/2011/12/tulisan-berantai-11-11-11.html
:D :D :D
Appa???*Panik*
BalasHapusPR????
Yo wes...ta' ladenin, Bismillahirrahmanirrahim wuzzz....langsung ke TPS eits...TKP