Bismillah
Ngek…Maya…si Putri Cahaya ngasih PR tulisan nih. Katanya bloggers diminta menuliskan lima pengalaman teranyar *hahaha* semasa SMP. Hm…apa ndak salah? Harus menggali memori yang tersimpan rapi. Kalau cerita gita SMA sih maybe masih anget-anget kuku, dan terkadang cerita SMP hanya berisi kekonyolan dan kebanyolan tak terbayangkan…Hehehe..Tapi, PR telah dikirimkan maka, baiklah Bu Maya…akan segera dituntaskan!Khawatir nih memori keburuan basi gara-gara males mengerjakan PR…
Lima Kenangan yang Paling Berharga di Masa Sekolah Menengah Pertama
1. Berenang di banjir Sekolah
Masa-masa SMP saya habiskan di sekolah pinggiran kota yang masih masuk kompleks perumahan. So, ndak ada cerita tuh pake acara naik angkot ke sekolah. Malah saya bisa pulang sewaktu-waktu kalau saya mau karena jaraknya yang hanya 400 meter dari rumah. Anak-anak SMP lain sering bilang sekolah kami kolam renang *hahaha…soalnya kalau hujan deras semalaman bisa dipastikan esok hari sekolah kami akan tenggelam hingga sebetis..maka jadilah kolam renang plus kolam ikan. Apalagi sekolah kami dikelilingi rawa dan persawahan penduduk. Maka, lengkap sudah penderitaan hiks..tapi, hal itu terkadang surga buat sebagian teman-teman saya. Pasalnya, kalau banjir begitu artinya sekolah diliburkan. Bahkan kami pernah libur sampai tiga hari karena banjir. Maklum saja, semua kelas terendam air. Hmm..serunya kita sengaja datang ke sekolah meski tau libur cuma buat berenang di lapangan bola yang sudah berubah jadi kolam renang. Dan…Burrr….loncat indah pun dimulai.. satu persatu teman saya menunjukkan atraksinya. Ooo..oo..tapi saya hanya jadi penonton dipinggir kolam sambil merendam kaki, dan Hup…nangkap ikan yang tiba-tiba lewat >_< hahaha…saya lebih memilih profesi nelayan dibanding atlet renang dadakan bareng teman-teman cewek lain waktu itu!
2. Pengalaman pertama berhijab
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...