Pufff.......nampaknya perjalanan menuju Amanagappa mengalami kendala, entah karena alasan apa proposal yang sudah rapi jali dan siap dipertaruhkan di ruang seminar harus mengalami penolakan di ruang prodi. Kurang lebih dua jam antrian sampai giliran saya untuk mengajukan pada prodi meminta pembahas seminar, namun jauh panggang dari api belum juga proposal itu dibaca sudah dipental duluan melihat judulnya. Ilahi Rabbi…saya urut dada. Alasannya? Karena penelitian saya sulit!mendengar alasan itu saya bergumam dalam hati, “penelitian sulit bukan alasan untuk dipental kan?” Alasan lainnya adalah penelitian saya menyangkut psikologi pendidikan yang ambil spesialisasi perkembangan peserta didik sedangkan saya adalah calon sarjana pendidikan biologi.Gubrak!!yah…tapi, apa mau dikata? Saya harus bersabar. Dengan langkah gontai saya meninggalkan ruang prodi. …yang lebih hebatnya lagi seharian itu, ada tiga orang yang berasal dari satu pembimbing yang mengalami nasib serupa. Dua orang termasuk saya proposalnya ditolak sedangkan rekan yang lain malah “dibantai” di ruang seminar hasil. Sampai-sampai dosen bersitegang, satu sisi dosen ada yang membela nah di sisi lain ada yang menolak dicantumkannya satu kata pada penelitiannya karena satu kata itu tidak terintegrasi pada penelitian rekan saya..
Tampilkan postingan dengan label Amanagappa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amanagappa. Tampilkan semua postingan
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...