Tampilkan postingan dengan label Jempol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jempol. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2011

Harga Sebuah Jempol

Fabi ayyi’alaa I rabbikumaa tukadzzibaan….

Sambil menulis postingan  ini, saya menatap jempol saya yang sedang berbalut plester luka. Beberapa waktu lalu jempol ini terluka di sebuah acara akad nikah saudari seperjuangan. Karena acaranya adalah gawe halaqah tarbiyah saya, maka ditengah tamu yang membludak saya memilih membantu dengan mencuci piring. Tapi, qaddarallah sebuah sendok menggores kulit tepat dibawah kuku hingga kulitnya terkelupas. Darah mengalir tak bisa terelakkan. Mungkin melukai pembuluh kapilernya. Saya sudah berusaha membalutnya dengan kain sambil menekannya untuk menghindari pendarahan lebih lanjut, tapi sia-sia. Akhirnya dengan meminta bantuan seorang adik membeli plester luka barulah darah yang mengalir bisa terbendung.

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...