Bayangkan jika setiap putra putri bangsa membangun negeri ini dengan potensinya masing-masing. Tidak ada yang merasa tinggi atau rendah dengan apa yang mereka dedikasikan untuk tanah air tercinta. Saya selalu membayangkan wajah siswa yang bersemangat, tanpa beban dan bergairah menghadapi setiap fase pembelajaran yang mereka geluti. Acungan tangan, mata yang berbinar, punggung yang senantiasa tegak kala informasi baru mengusik rasa penasaran mereka. Sebuah masa yang tak akan pernah tergantikan.
Anak-anak Indonesia adalah anak-anak yang cerdas luar biasa. Itu harapan yang tak boleh pupus dari seorang pendidik. Pandangan siswa saat belajar berawal dari pandangan guru terhadap mereka. Setiap anak adalah istimewa. Mereka terlahir dengan membawa blue print masing-masing dari Sang Pencipta.
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 12 November 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...