Sabtu, 17 November 2012

Kita PejuangNya

Karena masih tak percaya

Perjumpaan yang tak berencana

Namamu tersebut

Karena menduga ataukah sudut yang berbeda

Membentuk ruang yang bertolak

Sedang aku pilih menyusuri padang hati

Kau pilih sesaat untuk menatap langit hati

Tiada alasan untuk sua kembali

Sebab hanya din yang menjadi latarnya

Disini ada jalan penuh liku

Untuk dinikmati bersama

menjemput syahid

Hingga jannah menjadi niscaya

Hai pejuang, ini ada gerombolan tulang rusuk yang bengkok

Hendak mengikuti jejakmu

Meski terseok

Meski sederhana

Kami ingin langkah beriring, menapak

Yang kokoh

Yang manis

Yang indah

Bertabur peluh dan riak hati yang berbisik pelan

Kau, aku dan kita semua menjejak nama dalam sejarah

Hingga kalimat tauhid menggetarkan setiap jengkal bumi.

1 Muharram 1434 H

#Save Palestine

10 komentar:

  1. terlalu tinggi, tidak mampu untuk menafsirkan...

    BalasHapus
  2. oh.. masya Allah
    afwan ustadz kalo ini melangit.. intinya, ayo berjuang bersama demi tegaknya kalimat tauhid..

    BalasHapus
  3. ada beberapa yg gak dimengerti, tapi semangat juangnya nyampe di pembaca kok, nice

    BalasHapus
  4. aduh.. syukran mbak Ade, afwan kalo bikin ndak ngerti soalnya puisinya memang spesifik sih.. :-D

    BalasHapus
  5. mungkin belum selami hati
    sebab hidup bukan lautan tak bertepi
    ia hanya butuh pejuang sejati
    jika tidak, kan banyak orang yang antri

    BalasHapus
  6. Allohu Akbar..
    Endingnya ditutup dengan kata2 manis dari Ummu..
    Jazaakillahu khoiran Umm...

    BalasHapus
  7. Melangkah beriringan :)
    So sweet na eh :p

    BalasHapus
  8. Yup, insya Allah..

    Mau ikut ndak May?? :P

    BalasHapus
  9. Seharusnya tidak ada yang berguguran saat beribadah...

    BalasHapus

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...