Karena masih tak percaya
Perjumpaan yang tak berencana
Namamu tersebut
Karena menduga ataukah sudut yang berbeda
Membentuk ruang yang bertolak
Kau pilih sesaat untuk menatap langit hati
Tiada alasan untuk sua kembali
Sebab hanya din yang menjadi latarnya
Disini ada jalan penuh liku
Untuk dinikmati bersama
menjemput syahid
Hingga jannah menjadi niscaya
Hai pejuang, ini ada gerombolan tulang rusuk yang bengkok
Hendak mengikuti jejakmu
Meski terseok
Meski sederhana
Kami ingin langkah beriring, menapak
Yang kokoh
Yang manis
Yang indah
Bertabur peluh dan riak hati yang berbisik pelan
Kau, aku dan kita semua menjejak nama dalam sejarah
Hingga kalimat tauhid menggetarkan setiap jengkal bumi.
1 Muharram 1434 H
#Save Palestine
terlalu tinggi, tidak mampu untuk menafsirkan...
BalasHapusoh.. masya Allah
BalasHapusafwan ustadz kalo ini melangit.. intinya, ayo berjuang bersama demi tegaknya kalimat tauhid..
ada beberapa yg gak dimengerti, tapi semangat juangnya nyampe di pembaca kok, nice
BalasHapusaduh.. syukran mbak Ade, afwan kalo bikin ndak ngerti soalnya puisinya memang spesifik sih.. :-D
BalasHapusmungkin belum selami hati
BalasHapussebab hidup bukan lautan tak bertepi
ia hanya butuh pejuang sejati
jika tidak, kan banyak orang yang antri
Allohu Akbar..
BalasHapusEndingnya ditutup dengan kata2 manis dari Ummu..
Jazaakillahu khoiran Umm...
Melangkah beriringan :)
BalasHapusSo sweet na eh :p
Yup, insya Allah..
BalasHapusMau ikut ndak May?? :P
Berguguran di Jalan Dakwah
BalasHapusSeharusnya tidak ada yang berguguran saat beribadah...
BalasHapus