Suatu siang yang indah mengawali perjalanan kami berdua yaitu Saya dan sahabat saya. Siang terik mengantarkan kami untuk membawa obat sakit gigi bagi penghuni sebuah hotel bintang lima dibilangan pettarani. Obat sakit gigi itu untuk kakak sahabat saya. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di hotel tersebut rasanya seperti berada dibagian lain kota Makassar. Maklum, gaulnya bukan di hotel. Yang menarik pandangan mata saya adalah lahan parkir yang berisi mobil-mobil mewah. Berbagai merk mobil kenamaan berjejer rapi, mengkilat dan menunjukkan kelas pemiliknya yang high. Saya coba mereka-reka nilai lahan parkir tersebut yang mungkin bernilai milyaran rupiah (Heheh,,,sempat juga ngitungnya!). lantas pandangan saya beralih pada pria yang memakai rompii oranye lengkap dengan topi dan peluit yang menghiasi lehernya bukan sebagai kalung sebab entar disangka orang gila yang menggantung peluit dileher sebagai kalung (He….he…) tapi siap dipeluit sewaktu-waktu, kan daripda mengandalkan suara yang terbatas pake peluit aja, nadanya juga bisa diatur empat per empat atau tiga perempat hussy…ngaco…
Kembali ke tukang parkir tadi, tukang parkir tadi dengan telaten mengatur regulasi masuk dan keluarnya kendaraan sampai menempati posisi wenak dan aman…tapi, tukang parkir sebagai pengatur lahan parkir tak pernah merasa memiliki semua mobil disana. Ia hanya dititipi untuk sementara waktu kendaraan-kendaraan tersebut oleh pemiliknya. Begitulah hidup, kita hanya dititipi segala sesuatunya oleh Allah Yang Memiliki Segalanya. Sang tukang parkir boleh saja menikmati setiap pemandangan mobil yang berjejeran, boleh saja menyentuhnya asal tidak lecet bahkan boleh saja jatuh cinta pada salah satu mobil merk kenamaan tersebut. Tetapi jika sang pemilik mobil meminta barang titipannya, maka sang tukang parkir tidak akan marah atau ngamuk-ngamuk karena sudah dititipin tapi ndak mau dibalikin (Hayoo…sapa yang suka dititipin barang tapi ogah balikin?serasa barang milik sendiri…ayo tunjuk jari!*kabuurr...). So, jadilah tukang parkir ups..ndak ding!hehehe.. Maksudnya berprinsiplah seperti tukang parkir, apapun yang hari ini kita miliki maka semuanya adalah titipan. Jangan marah atau ngamuk-ngamuk kalo yang punya datang dan minta kembali titipannya.
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Al Hadiid:22-23)
….Karena sejatinya kita tidak memiliki apa-apa..selain pahala atas amalan….
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...
Terus, kalo lawannya si tukang parkir apa???
BalasHapustukang riba yg berprinsip komunisme, liberalisme dan kapitalisme.....coba perhatikan!menggandakan pinjaman, terus puny prinsip komunisme artinya punya lu adl punya gue tapi punya gue bukan punya lu, liberalisme artinya mirinya serba bebasssss.....apa2 sama, ndk apa2 dstx..dan kapitalisme...na'udzubillah jiwa penjajah..*ai...appai...bungkus semuami*
BalasHapusSetiap kejadian yang kita perhatikan maupun yang kita alami memang perlu dimaknai dengan sebaik-baiknya. Ternyata mba Rezky suka merhatiin tukang parkir. kalo tukang parkir yang di kampus namanya siapa yah?..hehehe
BalasHapusok..serius2..
kira-kira apa yang paling susah dikembalikan manusia jika Allah sudah minta kembali??..
Jiaaah....ngomong apa toh mbake?*Plak*
BalasHapuspastimi nyawa buk....yokah?itumo deh...
hahaha...nih pada rese'...sedang mngunjungi blogku lgsg ngajak fighting *hahaha...*
manami blognya Andina Halim???
Ditunggu,,,dan selamat bgabung dalam dunia blogging...*Lanjuuuuutttkkaaann....*
MasyaAllah...
BalasHapuska bukan memang punyanya kak...
Ya Allah.. ngena banget x_x
:-)
BalasHapusiya...ingat bagaimana kisah ummu sulaim toh???
Nah filosofinya seperti tukang parkir..
tapi tukang parkir sekarang mata duitan, hhehee.. kaya2 kali yah, lumayan kan 1 motor/mobil Rp 1000... klo sehari ada 100 motor/mobil = Rp 100.000 motor/mobil... sebulan = Rp 3.000.000
BalasHapus%$&*%%%$$####@&&
BalasHapusKan masuk pendapatan daerah tuh duit parkirnya???
ohh masyaAllah..
BalasHapusiye kak~ ingat, yang tentang anaknya ;)
Tul betul betul...*ting!*
BalasHapus