Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan sebagai tentor lagi tapi teman se-ma’had dan se-kantor. Meski begitu, saya masihlah si kakak, dan dia masih si adik. Kami bukan saudara kandung. Boro-boro. Dia tinggi, saya tingginya gak amat-amat. Dia tirus, saya bulat meski sama-sama tak layak disebut berat ideal. Hujan, saya memberinya nama itu. Nama yang menurut saya terpaksa saya beri karena untuk memberinya nama bunga, saya tak sanggup. Saya tak sanggup kalau dia jadi bunga yang diinjak-injak sapi atau sejenisnya. Hahaha.. Peace.. Memberinya nama pelangi, dia Cuma muncul sesekali, baiklah kamu hujan saja yah dik. Simpul saya malam itu. Dan dia pun bersorak.
Rabu, 11 Mei 2016
Minggu, 19 Oktober 2014
Jadilah Pemenang Sejati
Keindahan sesungguhnya dalam sebuah perjuangan bukan pada hasilnya. Tapi kenikmatan-kenikmatan yang timbul dari proses perjuangan tadi (Pepatah Bijak)
Hari-hari terasa begitu berat dilalui saat pendengaran senantiasa dibanjiri oleh jutaan kata dari mereka yang dicinta. Mereka orang tua kita. Dari rahimnya kita lahir, dari tangannya kita merasakan hangat saat jutaan anak diluar sana ringkih dengan angin, hujan dan terik tanpa penghalang menerobos kulit dan tulangnya. Kita bersuka cita. Dalam suka cita, masa-masa berlalu. Kita mulai memahami arti hidup yang sebenarnya melalui kalamNya dan jejak NabiNya meski dengan mengeja dan terbata-bata. Kita memaknai hidup ini sesederhana angin yang menyapa awan hingga hujan hadir. Kita menyelami hidup sesederhana bahwa hidup adalah hadiahindah yang tak boleh tersiakan oleh sebatas cita dan gelar duniawi. Kita mulai penuh kesadaran, bahwa ada masa saat kita harus bertanggung jawab pada semua karunia itu dan kita menyebutnya hidayah.
Kamis, 10 Juli 2014
IBU PALESTINA
Anakku, mataku kini tiada menyisakan cahaya
Hingga lamur karena pekat
Namun masih ada bara manikmu
Menyisakan detak-detak perapian
Berangus sukma-sukma kayu
Hingga lamur karena pekat
Namun masih ada bara manikmu
Menyisakan detak-detak perapian
Berangus sukma-sukma kayu
Anakku, punggungku berbentuk pelangi hanya disanggah pilar rapuh ujung tangan
Serabut-serabut putih tumbuh berlarian kepalaku
Hadir jua teguh sosokmu
Siap rambah padang seribu luka
Serabut-serabut putih tumbuh berlarian kepalaku
Hadir jua teguh sosokmu
Siap rambah padang seribu luka
Anakku, aku telah temaram usia
Tinggal selangkah mengetuk pintu tanah
Bukan menghantar denyut jantung itu yang kuingin
Mengutusmu menyambut rencah 100 peluru yahudi
Seperti menyusun batu bata surgaloka
Tinggal selangkah mengetuk pintu tanah
Bukan menghantar denyut jantung itu yang kuingin
Mengutusmu menyambut rencah 100 peluru yahudi
Seperti menyusun batu bata surgaloka
Anakku mari jadi Ibrahim dan Ismail
Mahkotai raja kita dengan hibat pitih
Sudah sampai suratan
Mengikuti iringan jasad berbau kesturi
Menuju sisi Sang Pencipta
Mahkotai raja kita dengan hibat pitih
Sudah sampai suratan
Mengikuti iringan jasad berbau kesturi
Menuju sisi Sang Pencipta
Liebe ENO Shafiiyyah (24.2.03)
(Suara untuk bumi Gaza dari tanah Anging Mammiri)
Rabu, 04 Desember 2013
Pakaian Takwa
Apa sikap mereka wanita terbaik sepanjang zaman ketika wahyu yang menyinggung busana mereka dibacakan? tanpa berfikir perhatikanlah mereka yang seketika itu pula mereka mencari celah bumi untuk bersembunyi melindungi diri dari pandangan manusia, menarik apa saja yang berada disekitarnya untuk segera merealisasikan titah langit yang agung itu. Tak ada komentar berlebihan, keluh ataupun kesah. Hanya sami’na wa atha’na. Kepatuhan sesegera gelombang suara menyentuh gendang telinga milik mereka.
Rabu, 20 November 2013
Untukmu di Istana Cahaya
Bismillahirrahmanirrahim
Hari itu, Aurora berkata “Aku akan melangkah, sejauh yang kakiku sanggup menjejak”, dan Cahaya hanya tertawa dan mengucapkan terima kasih yang begitu dalam.
Hari itu, Aurora berkata “Aku akan melangkah, sejauh yang kakiku sanggup menjejak”, dan Cahaya hanya tertawa dan mengucapkan terima kasih yang begitu dalam.
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...



