Bismillahirrahmanirrahim
Hari itu, Aurora berkata “Aku akan melangkah, sejauh yang kakiku sanggup menjejak”, dan Cahaya hanya tertawa dan mengucapkan terima kasih yang begitu dalam.
Tampilkan postingan dengan label walimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label walimah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 20 November 2013
Kamis, 26 Mei 2011
HappySode Walimah (Refleksi Daurah Pernikahan)
Setengah enggan setengah ingin saya mengikuti daurah pernikahan beberapa waktu lalu. Sasarannya sudah terbaca, tujuannya tersingkap jelas…membangkitkan semangat menggenapkan setengah din. Seolah tau suara-suara sumbang yang terdengar, para Asatidzah dan Ummahat menggelar kegiatan tersebut melihat menurunnya bara azzam mencari pasangan se-visioner bagi ikhwan wa akhaawat, ditengah rindu yang mengetuk-ngetuk sanubari..aha…
Tak ingin terlalu bersemangat atau terlalu pobia, maka saya putuskan sedikit agak telat menghadirinya terlebih urusan pekerjaan rumah yang baru tuntas menjelang waktu yang disampaikan panitia lewat pesan singkat yang beredar jauh-jauh hari. Sekira satu jam dari waktu pelaksanaan saya tiba di meja registrasi.
Tak ingin terlalu bersemangat atau terlalu pobia, maka saya putuskan sedikit agak telat menghadirinya terlebih urusan pekerjaan rumah yang baru tuntas menjelang waktu yang disampaikan panitia lewat pesan singkat yang beredar jauh-jauh hari. Sekira satu jam dari waktu pelaksanaan saya tiba di meja registrasi.
Senin, 20 Desember 2010
Kapan Nyusul???(Episode Walimah)
Saya baru saja bangkit dari peraduan di malam yang menanjak sepertiga yang pertama, hari yang cukup padat mengantarkan saya terlelap lebih cepat dari biasanya, tapi dasar tak biasa hanya dua jam mata ini kembali melek. Dan ketika terjaga, saya dikagetkan oleh sms dari salah seorang akhwat.
“Kak, sudah tau ada lagi akhwat yang akan walimah?”. Kembali teringat percakapanku dengan Akhwat Pembina soal akhwat yang akan menggenapkan setengah dinnya itu. Serta merta ku jawab singkat. “Iya”. Tak berselang beberapa detak jam, handphone kembali berdering. *Hm…wah hebohh nih…..*bisik saya dalam hati.
”Kakak taunya akhwat yang itu kan?”.
“Iya dek, siapa lagi. Sudah lama tersiar kabar itu. Kenapa?”
“ wah, akhwat laris manis yah?:-)”*Kali ini lengkap dengan smile lagi..duh dinda bisa saya bayangkan wajah sumringahmu melihat rekan-rekanmu dah menikah.
“Kapan nyusul kak?”*Pertanyaan yang sudah dua bulan ini sering terlontar dari akhwat-akhwat yang lebih muda pada kami yang “sedikit”lebih tua*he he he….enggan sekalian bilang tua ding!
“Kak, sudah tau ada lagi akhwat yang akan walimah?”. Kembali teringat percakapanku dengan Akhwat Pembina soal akhwat yang akan menggenapkan setengah dinnya itu. Serta merta ku jawab singkat. “Iya”. Tak berselang beberapa detak jam, handphone kembali berdering. *Hm…wah hebohh nih…..*bisik saya dalam hati.
”Kakak taunya akhwat yang itu kan?”.
“Iya dek, siapa lagi. Sudah lama tersiar kabar itu. Kenapa?”
“ wah, akhwat laris manis yah?:-)”*Kali ini lengkap dengan smile lagi..duh dinda bisa saya bayangkan wajah sumringahmu melihat rekan-rekanmu dah menikah.
“Kapan nyusul kak?”*Pertanyaan yang sudah dua bulan ini sering terlontar dari akhwat-akhwat yang lebih muda pada kami yang “sedikit”lebih tua*he he he….enggan sekalian bilang tua ding!
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...