Minggu, 19 Oktober 2014

Jadilah Pemenang Sejati



Keindahan sesungguhnya dalam sebuah perjuangan bukan pada hasilnya. Tapi kenikmatan-kenikmatan yang timbul dari proses perjuangan tadi (Pepatah Bijak)

Hari-hari terasa begitu berat dilalui saat pendengaran senantiasa dibanjiri oleh jutaan kata dari mereka yang dicinta. Mereka orang tua kita. Dari rahimnya kita lahir, dari tangannya kita merasakan hangat saat jutaan anak diluar sana ringkih dengan angin, hujan dan terik tanpa penghalang menerobos kulit dan tulangnya. Kita bersuka cita. Dalam suka cita, masa-masa berlalu. Kita mulai memahami arti hidup yang sebenarnya melalui kalamNya dan jejak NabiNya meski dengan mengeja dan terbata-bata. Kita memaknai hidup ini sesederhana angin yang menyapa awan hingga hujan hadir. Kita menyelami hidup sesederhana bahwa hidup adalah hadiahindah yang tak boleh tersiakan oleh sebatas cita dan gelar duniawi. Kita mulai penuh kesadaran, bahwa ada masa saat kita harus bertanggung jawab pada semua karunia itu dan kita menyebutnya hidayah.

Kamis, 10 Juli 2014

IBU PALESTINA


Anakku, mataku kini tiada menyisakan cahaya
Hingga lamur karena pekat
Namun masih ada bara manikmu
Menyisakan detak-detak perapian
Berangus sukma-sukma kayu

Anakku, punggungku berbentuk pelangi hanya disanggah pilar rapuh ujung tangan
Serabut-serabut putih tumbuh berlarian kepalaku
Hadir jua teguh sosokmu
Siap rambah padang seribu luka

Anakku, aku telah temaram usia
Tinggal selangkah mengetuk pintu tanah
Bukan menghantar denyut jantung itu yang kuingin
Mengutusmu menyambut rencah 100 peluru yahudi
Seperti menyusun batu bata surgaloka

Anakku mari jadi Ibrahim dan Ismail
Mahkotai raja kita dengan hibat pitih
Sudah sampai suratan
Mengikuti iringan jasad berbau kesturi
Menuju sisi Sang Pencipta

Liebe ENO Shafiiyyah (24.2.03)

(Suara untuk bumi Gaza dari tanah Anging Mammiri)

Rabu, 04 Desember 2013

Pakaian Takwa

Apa sikap mereka wanita terbaik sepanjang zaman ketika wahyu yang menyinggung busana mereka dibacakan? tanpa berfikir perhatikanlah mereka yang seketika itu pula mereka mencari celah bumi untuk bersembunyi melindungi diri dari pandangan manusia, menarik apa saja yang berada disekitarnya untuk segera merealisasikan titah langit yang agung itu. Tak ada komentar berlebihan, keluh ataupun kesah. Hanya sami’na wa atha’na. Kepatuhan sesegera gelombang suara menyentuh gendang telinga milik mereka.

Rabu, 20 November 2013

Untukmu di Istana Cahaya

Bismillahirrahmanirrahim

Hari itu, Aurora berkata “Aku akan melangkah, sejauh yang kakiku sanggup menjejak”, dan Cahaya hanya tertawa dan mengucapkan terima kasih yang begitu dalam.

Jumat, 15 November 2013

Kembali dari Hiatus


Ughh.. saya sedang terkena sindrom. Sindrom kebuntuan inspirasi. Lihat saja, saya baru mendarat disini setelah sekian lama. Jari-jemari saya mendadak kaku, seperti lidah yang kelu untuk berkata. Hey, saya tidak benar-benar mengalaminya kok, buktinya saya masih bisa menuliskan ini kan?

Mengalami kebuntuan seperti ini sudah sering saya alami, adalah salah kalau saya harus mengkambinghitamkan rutinitas untuk melegitimasi ke-alpa-an saya menulis. Padahal saya baru saja mengikuti pelatihan jurnalistik. Oh Allah, ini kesalahan. Okey, saya harus keluar. Tapi, mulai dari mana? Somebody help me, please. Ah, itu terlalu mendramatisir. Keluar yah keluar saja. Ini, saya sudah keluar dari masalah dengan menulis lagi.

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...