Kamis, 07 Februari 2013

Sajak Tanpa Judul

Pada sebuah cita dan cinta yang tersingkap perlahan, kurengkuh perlahan dengan kedua belah tangan.
Jika hari ini adalah yang terakhir, maka izinkan kutarik garis yang takkan pernah lagi memisahkan kita untuk selamanya, yah selamanya.

Apa kabarmu wahai pejuang?
Detik berlalu tanpa kabar yang terbawa angin
Meski sekadar arus hangat yang menyebar
Ada ruang kosong dengan kealpaanmu
Tak ada yang ingin mengganti, karena itu adalah hak mu

Selasa, 22 Januari 2013

Catatan Serpihan

Bismillahirrahmanirrahim
Perjalanan itu terasa amat panjang, jiwa-jiwa yang melaluinya mulai merasa keletihan. Jeda sejenak untuk melepas letih dan menyeka peluh yang kian menganak sungai.
Allah memberi yang kita butuhkan, bukan yang kita ingini..
Dalam jenak-jenak putaran waktu dan dalam gulungan-gulungan cerita yang kita ukir setiap hari, ada kata yang memonopoli hidup kita. Memonopoli untuk menyetujui egoisme kita, mendominasi untuk mengalahkan rasa kita maka dialah “Ingin”. Aku ingin begini, aku ingin begitu. Di tiap bait-bait do’a yang terpanjat, masih terselip kata “Ingin”. Tapi, “butuh” tak selamanya “Ingin” kita. Tahukah kita bahwa dalam rangsangan dan reflex ada ruang yang tercipta, disitulah letak “Ingin” kita dibenarkan, tetapi bahwa rangsangan dan reflex itu letak “Ingin” Allah pada kita. Bisa jadi “Ingin” kita sejalan dengan “Ingin” Allah, namun terkadang justru “Ingin” itu ambivalen. Maka, Ingin Allah adalah yang merajai Ingin kita, karena Allah paling tau “butuh” kita…
Apakah ini ujian, cobaan, adzab atau…???
Terkadang kaki kita tersandung, tubuh kita terjengkang, wajah kita terjerembab, oleh laku yang tercipta. Ianya datang disikapi bermacam-macam, merutuki takdir, menyalahkan orang lain, atau lari dari masalah. Namun, mestinya kesadaran kita disentak bahwa ini bukan sekedar ujian, cobaan atau adzab tapi ini adalah tarbiyah. Tarbiyah dari Allah untuk menggiring kita pada sebuah kesadaran paripurna tentang hakikat kita sebagai hamba atas laku, kata dan fikir kita yang tak sejalan dengan aturanNya. Maka, tiada mesti kita merutuki setiap sandungan itu yang justru baik dan membaikkan diri kita.
Antara logika dan nurani…

Sabtu, 17 November 2012

Kita PejuangNya

Karena masih tak percaya

Perjumpaan yang tak berencana

Namamu tersebut

Karena menduga ataukah sudut yang berbeda

Membentuk ruang yang bertolak

Kamis, 25 Oktober 2012

Keep Ur Heart!


Siapa yang tidak kenal hati?? Makhluk paling lembut yang pernah Allah ciptakan, menyibuki segala macam aktivitas kita hingga mengusang oleh jutaan gesekan rasa. Dialah hati. Yang terletak diantara dua jari jemari Ar rahman, betapa mudahnya ia berbolak balik seperti telah diwasiatkan nabi dan direkam oleh ahlul hadits.

Benarlah jika hati itu mampu menangkap getar, mengolah dan memutuskan untuk diredam atau diresonansikan. Hati menangkap getar rasa, mengolah hingga berjibaku menjadi sebuah keniscayaan, memberi putusan yang menganak dua arah, keburukan atau kebaikan namun disaat yang sama mampu meresonansikannya dengan gelombang yang sedemikan rupa.

Rabu, 19 September 2012

Selamat Jalan, Adikku...



Wajah itu masih lekat dalam ingatan, tapi kini sosoknya mendahuluiku sebagai orang yang justru lebih dahulu menghirup oksigen. Yah, dialah kematian. Hari ini, Allah Subhanahu wata’ala menyentak kesadaran saya tentang arti pemutus kenikmatan selamanya. Kita semua akan mati, meninggalkan jejak, tinggal memilih jejak kebaikan atau jejak nista. Nurfadhillah Azhary, sosok sabar dan tenang. Dia lebih banyak tersenyum dibanding tertawa, lebih banyak kerja dibanding berbicara, lebih banyak diam dibanding mengeluh atas apa yang dia rasakan di hadapan manusia.

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...