Dalam Al Qur’an Allah Azza wa Jalla telah berfirman:
“Kamu (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat)yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah”(QS. Ali Imran:104).
Kata kuntum dalam ayat ini spesifik disampaikan kepada sahabat, bahwa mereka dikatakan sebaik-baik umat akan tetapi juga diberikan keumuman bagi kaum muslimin yang berdakwah sebab ayat ini mempersyaratkan bahwa sebaik-baik umat adalah mereka yang menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Kemuliaan yang Allah lekatkan kepada suatu kaum ataupun seseorang bukanlah harga yang murah, setiap kemuliaan tidaklah diperoleh dengan mudah tetapi kemuliaan diperoleh dengan masyaqqah sebab thariqah dakwah memiliki banyak ujian sebagaimana juga Allah telah berfirman dalam Al Qur’an:
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan “Kami telah beriman,”dan mereka tidak diuji?”(QS.Al Ankabut:2)
Tidak ada satu pun dalil yang menegaskan bahwa kemuliaan dapat diperoleh dengan predikat-predikat duniawi. Mari kita merenungi bahwa banyak ayat ataupun hadist yang memberikan gambaran bahwa mereka yang mulia antara lain orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya, belajar dan mengajarkan Al Qur’an, serta beriman dan bertakwa. Kemuliaan itu adalah apa yang dinilai mulia oleh Allah.
Dalam Qur’an surah Ali Imran tersebut digambarkan bahwa kemuliaan salah satunya diperoleh oleh mereka yang berdakwah. Dakwah memiliki banyak bentuk salah satunya adalah dakwah fardiyah dalam bentuk tarbiyah islamiyah. Tarbiyah merupakan tugas para Nabi dan Rasul kepada umatnya. Para Nabi dan Rasul mentarbiyah umatnya melalui proses sebagaimana telah difirmankan:
“Dialah yang mengutus seorang rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menyucikan jiwa mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (sunnah), meskipun sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata”(Al Jumuah:2)
Ayat ini merupakan proses tarbiyah para Rasul khususnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dengan kata lain mentarbiyah ummat saat ini merupakan kelanjutan tongkat estafet dakwah Rasulullah. Tapi, tak dapat dinafikan bahwa tugas kemanahan Rasulullah ini bukanlah tugas yang ringan. Bukan pula tugas yang menghasilkan pundi-pundi kekayaan bagi para pelakunya justru sebaliknya namun, kembali lagi bahwa kemuliaan ummat ini adalah jika mereka mau berdakwah. Jika amar ma’ruf nahi mungkar telah ditinggalkan oleh ummat ini maka tunggulah kehancurannya. Sebab, sesuatu yang nampak baik akan berubah menjadi buruk begitupun sebaliknya. Maka raihlah kemuliaan itu dengan dakwah ilallah.
assalamu alaikum...
BalasHapussalam perjuangan...
mana nih buku tamunya...
teruslah menulis untuk menebar hikmah...