Selasa, 16 Maret 2010
Cinta
Ku tepis cinta bukan karena ia dosa
namun ia telah salah memilih posisi dan waktu
Cinta ku tepis bukan karena ia nista,
hanya saja cinta terlihat begitu indah hingga melupakan dan melenakan
Cinta itu ku tepis bukan dengan logika, amarah atau deraian air mata
Tapi ia ditepis dengan doa kepada Sang Empunya cinta
Dan sungguh, cinta hanya indah manakala mekar pada waktunya.
(Rezky Batari Razak~Guru Ngaji Kampung)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...
Setuju. . . hehehe. . . salam kenal. . .
BalasHapusSalam kenal juga....
BalasHapusOkelah kalo bgt. . .
BalasHapusakhirnya ketemu juga alamat blognya... mantap nih kak rezky, boleh dong nyumbang tulisan ke BPM gitu...
BalasHapusBarakallahu fiik nah kak!
Semoga menjadi nakhoda yang sukses..
Inie pale, puisi perpisahan buat akhwat fum, kapan2 kasi MAYA buat baca, kaderku itu kodong..., hehehe...
http://megalotusfd.blogspot.com/2010/01/pada-akhirnya.html
he....yupz..yupz..insya Allah no problemo lah...jazakillah khoir dah mampir...
BalasHapusMAsyAALLAH.. Puitis Amiiir.
BalasHapus"JAdi, Tidak pernah ji Menagis karena Cinta di'??"
Alhamdulillah.
he..pengalaman orang inie kak, istilahnya di nasehati pake nich puisi gitu Lho...
BalasHapusakhirx kudapatmi blog ta...sekian lama ku cariii....
BalasHapuskodong....semangat nah!ahlan wa sahlan kalo begitu....
BalasHapusWah, lama gak mampir. . . :D
BalasHapusnumpang tidur disini yah kang. . . :D
walah....ini bukan akang dek...bangun..bangun...
BalasHapusWaduwh. . .
BalasHapusSp y sing rd eror. . ??
jelas2 akhwat pejuang kok tak pgil "kang".
:D afwan kang akhwat. . .
syukran sudah mengomentari puisi ini...
BalasHapus