Senin, 10 Mei 2010

Fragmen untuk Huda

Fase yang berbeda telah engkau pilih

Menentang arus yang tak bersahabat

Tak ku lihat redup semangat tuk mengayuh dayung bajamu

Masih ada asa yang kau tuang dalam cawan hatimu

Bahwa esok kelak kau akan sampai pada pelabuhan yang kau tuju

Fase yang berbeda telah kau pahat

Kau ukir menjadi sebuah prasasti perubahan

Jangan mundur!

Jangan berhenti!

Sebab, aku masih berada dibelakangmu.

Kau telah  memilih pena sebagai senjatamu

Maka pekikkanlah kalimat Takbir dengan senjatamu

Allahu Akbar!

(Tuk saudariku Nurhudayanti Saleh, hidup adalah pilihan. Jangan mundur ketika anti telah yakin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...