Fase yang berbeda telah engkau pilih
Menentang arus yang tak bersahabat
Tak ku lihat redup semangat tuk mengayuh dayung bajamu
Masih ada asa yang kau tuang dalam cawan hatimu
Bahwa esok kelak kau akan sampai pada pelabuhan yang kau tuju
Fase yang berbeda telah kau pahat
Kau ukir menjadi sebuah prasasti perubahan
Jangan mundur!
Jangan berhenti!
Sebab, aku masih berada dibelakangmu.
Kau telah memilih pena sebagai senjatamu
Maka pekikkanlah kalimat Takbir dengan senjatamu
Allahu Akbar!
(Tuk saudariku Nurhudayanti Saleh, hidup adalah pilihan. Jangan mundur ketika anti telah yakin)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar