Minggu, 03 Juli 2011
Ingin Terus Berkarya...
Meski sederhana namun, postingan ini istimewa untuk mereka yang telah meluangkan waktunya sekedar menengok apa yang saya goreskan. Aksara yang terpahat di weblog ini tidak banyak, masih minim makna, minus manfaat, hanya mencoba mengalirkan letupan-letupan huruf yang siap berjejer dan membentuk kata.
Kepada mereka yang mengambil manfaat, semoga terus mengalir jariyah. Kepada yang menemukan inspirasi, teruslah berkarya tanpa batas. Kepada yang menemukan makna, jangan berhenti memahaminya!
Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungannya. Kunjungan anda semua terlihat melalui traffic, komentar dan hasil pencarian mesin searching. Kunjungan itu membuat saya terus ingin menulis, memahat huruf demi huruf, menyusunnya meski terkadang terseok dengan aktivitas yang menggerus masa. Tulisan telah membangkitkan ide-ide yang lama terpendam usia dan ketidakdisiplinan. Terima kasih dan jangan berhenti memberi nasehat yang membangun!
Rabu, 08 Juni 2011
Jangan Menyerah!
Sepertinya saya harus berterima kasih pada sebuah provider telepon celluler. Sebuah info sel melekat paten pada layar desktop hape saya. Tulisannya pendek, hanya dua kata HIDUPKAN SUKSESMU! Tapi kata-kata itu ajaib bagi saya. Sukses memang harus dihidupkan, disaat-saat saya merasa “sedikit” terpuruk dengan kondisi yang jauh dari target dan idealitas. Saya tak ingin muluk-muluk dengan target dan idealitas itu. Meskipun saya akui, semestinya saya harus punya plan A, B dan C mengantisipasi kemungkinan jika memang jauh dari target. Tapi, untuk urusan yang ini tak ada plan B dan C, rencana awal harus segera direalisasikan. Jawabanya cuma satu! MAJU! Tak ada kata mengganti dengan yang lain atau mundur teratur.
Kamis, 02 Juni 2011
Dia Yang Telah Pergi
(Kullu nafsin dzaaiqatul mauut...)
Selamat Jalan...
Maafkanku yang tak sanggup temanimu dalam detik-detik perpisahan itu
Maafkanku tak melantunkan ayat-ayat cinta diruang dengarmu
Maafkanku tak mampu genggam jemarimu saat Malaikatul Maut menjemputmu
Bahagiaku saat mendengar segores senyum sempat kau lukiskan
Ingin mendampingimu dalam dekapan waktu
Namun jauhnya jarak memisahkan kita
Kini tanah telah menyatukanmu dalam diamnya
Kamis, 26 Mei 2011
HappySode Walimah (Refleksi Daurah Pernikahan)
Setengah enggan setengah ingin saya mengikuti daurah pernikahan beberapa waktu lalu. Sasarannya sudah terbaca, tujuannya tersingkap jelas…membangkitkan semangat menggenapkan setengah din. Seolah tau suara-suara sumbang yang terdengar, para Asatidzah dan Ummahat menggelar kegiatan tersebut melihat menurunnya bara azzam mencari pasangan se-visioner bagi ikhwan wa akhaawat, ditengah rindu yang mengetuk-ngetuk sanubari..aha…
Tak ingin terlalu bersemangat atau terlalu pobia, maka saya putuskan sedikit agak telat menghadirinya terlebih urusan pekerjaan rumah yang baru tuntas menjelang waktu yang disampaikan panitia lewat pesan singkat yang beredar jauh-jauh hari. Sekira satu jam dari waktu pelaksanaan saya tiba di meja registrasi.
Tak ingin terlalu bersemangat atau terlalu pobia, maka saya putuskan sedikit agak telat menghadirinya terlebih urusan pekerjaan rumah yang baru tuntas menjelang waktu yang disampaikan panitia lewat pesan singkat yang beredar jauh-jauh hari. Sekira satu jam dari waktu pelaksanaan saya tiba di meja registrasi.
Kamis, 28 April 2011
Mobil Mogok Menuju Amanagappa (Part Proposal Yang Menggantung)
Pufff.......nampaknya perjalanan menuju Amanagappa mengalami kendala, entah karena alasan apa proposal yang sudah rapi jali dan siap dipertaruhkan di ruang seminar harus mengalami penolakan di ruang prodi. Kurang lebih dua jam antrian sampai giliran saya untuk mengajukan pada prodi meminta pembahas seminar, namun jauh panggang dari api belum juga proposal itu dibaca sudah dipental duluan melihat judulnya. Ilahi Rabbi…saya urut dada. Alasannya? Karena penelitian saya sulit!mendengar alasan itu saya bergumam dalam hati, “penelitian sulit bukan alasan untuk dipental kan?” Alasan lainnya adalah penelitian saya menyangkut psikologi pendidikan yang ambil spesialisasi perkembangan peserta didik sedangkan saya adalah calon sarjana pendidikan biologi.Gubrak!!yah…tapi, apa mau dikata? Saya harus bersabar. Dengan langkah gontai saya meninggalkan ruang prodi. …yang lebih hebatnya lagi seharian itu, ada tiga orang yang berasal dari satu pembimbing yang mengalami nasib serupa. Dua orang termasuk saya proposalnya ditolak sedangkan rekan yang lain malah “dibantai” di ruang seminar hasil. Sampai-sampai dosen bersitegang, satu sisi dosen ada yang membela nah di sisi lain ada yang menolak dicantumkannya satu kata pada penelitiannya karena satu kata itu tidak terintegrasi pada penelitian rekan saya..
Langganan:
Postingan (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...