Senin, 27 Mei 2013

Hidup Itu Tentang Fluktuasi

Apa yang kita pandang tentang kehidupan adalah semua warna yang tersaji indah pada kita. Meski lebih seringnya ia berubah, kadang ada pelangi yang melengkung indah, langit membiru, semilir angin yang melembut. Di kali yang lain, ada kelabu tergores, guntur bernyanyi dan angin yang berubah membadai.

Senin, 06 Mei 2013

Suatu Yang Pasti

Bismillahirrahmanirrahim
Untuk suatu yang pasti, mengapa meragu?

Untuk suatu yang tak terbantahkan, mengapa tak bersiap?


Adakah hal yang absolut didunia ini?? Ada. Itulah kematian. Kematian yang akan senantiasa mengintai setiap jiwa, yang harus selalu diwaspadai kedatangannya. Sebagaimana telah diberitakan dalam kalamullah yang tak terbantahkan,

Selasa, 23 April 2013

Membangun Peradaban


Ketika diberi masa untuk mencetak generasi maka, disitulah kita membangun peradaban.

“Hhh… sudahlah, kau tak membantu sama sekali. Aku menghubungimu untuk ditenangkan menghadapi ini. Tapi, sudahlah”. Desahnya lirih.

“aku bicara lebih realistis. Memang kamu butuh itu kan? Tapi ini sudah diluar kebiasaan”. Sergahku sengit.

“Sebentar kita lanjut. Aku sudah mau pulang dan tidak mungkin berbicara diatas motor. Okey?” lanjutku.

“Hmm… aku tidak janji bisa nelpon lagi. Assalamu alaaikum”

“kamu harus menelepon lagi, wa’alaykumussalam”.

Tut, tut, tut…

Telepon genggam ditanganku kumasukkan ke dalam saku tas. Senja kemerahan mengantarku pulang ke rumah. Itu percakapan dengan sahabatku via telepon sore itu. Sepanjang perjalanan aku berfikir, betapa kasihannya sahabatku menjadi guru yang tak digaji berbulan-bulan. Sekolah baru yang ditempatinya mengabdi belum mampu membiayai gaji guru-gurunya, karena masih harus berusaha memenuhi kelengkapan berkas agar layak dinyatakan sebagai sebuah sekolah berstatus negeri.

Jumat, 01 Maret 2013

Serambi Madinah Bertabur Cinta


"Karena kita cinta, mencintai Sang Cinta, mengutamakan Cinta diatas Cinta. Karena Cinta itu kerja aktif bukan pasif. Hanya ada satu cinta, yang terpatri didalam ribuan hati, hingga setiap hati merengkuh hikmahnya masing-masing dalam kesatuan jutaan hikmah. Bersama menabur Cinta pada bumi Serambi Madinah". (Rezky Batari Razak)

Terkadang kita dihantui ketakutan yang berlebihan, merasa tidak mampu, kurang motivasi, atau mungkin pandangan bahwa tidak untuk saat ini..
Tetapi, perjuangan itu sejatinya menguras rasa ketakutan yang berlebihan, mencabik rasa tidak mampu, mengoyak pandangan pesimis..
karena kita yakin ada Allah yang membersamai, selama ikhlas terus terjaga dan ittibaurrasul mengiringi..
maka, teruslah bergerak, bergerak dengan teratur, terukur dan terarah, hingga tak terasa kaki telah berpijak di tempat seharusnya kita beristirahat.
dan itu bukan disini..

#Untukmu Pejuang Cinta yang menjejak bumi serambi Madinah.

Kamis, 07 Februari 2013

Sajak Tanpa Judul

Pada sebuah cita dan cinta yang tersingkap perlahan, kurengkuh perlahan dengan kedua belah tangan.
Jika hari ini adalah yang terakhir, maka izinkan kutarik garis yang takkan pernah lagi memisahkan kita untuk selamanya, yah selamanya.

Apa kabarmu wahai pejuang?
Detik berlalu tanpa kabar yang terbawa angin
Meski sekadar arus hangat yang menyebar
Ada ruang kosong dengan kealpaanmu
Tak ada yang ingin mengganti, karena itu adalah hak mu

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...