Kamis, 25 Oktober 2012

Keep Ur Heart!


Siapa yang tidak kenal hati?? Makhluk paling lembut yang pernah Allah ciptakan, menyibuki segala macam aktivitas kita hingga mengusang oleh jutaan gesekan rasa. Dialah hati. Yang terletak diantara dua jari jemari Ar rahman, betapa mudahnya ia berbolak balik seperti telah diwasiatkan nabi dan direkam oleh ahlul hadits.

Benarlah jika hati itu mampu menangkap getar, mengolah dan memutuskan untuk diredam atau diresonansikan. Hati menangkap getar rasa, mengolah hingga berjibaku menjadi sebuah keniscayaan, memberi putusan yang menganak dua arah, keburukan atau kebaikan namun disaat yang sama mampu meresonansikannya dengan gelombang yang sedemikan rupa.


Mari sejenak menyapanya, mengelusnya dengan lembut dan menuntunnya dengan perlahan. Hati, bisa menjinak oleh iman dan liar dengan nafsu. Yah, iman mampu menjinakkannya. Iman yang disusun oleh pondasi-pondasi ilmu. Sedang nafsu mampu mengabaikannya dari nyata dan tenggelam oleh angan yang menyublim mimpi. Sibuki hati dengan kerja yang menakjubkannya, karena ia makhluk tersibuk. Candai hati dengan sunnah, karena ia sewaktu-waktu lelah dan ingin mengabaikan semuanya bahkan yang fardhu. Senyumkan dengan ilmu, karena ia bisa kehilangan orientasi dalam perjalanannya. Tangiskan dengan surat cintaNya, karena ia bisa membatu tanpa diduga. Maka, jika hati tengah penuh dengan tata kelola yang apik, tiada lagi hati yang mesti sakit oleh ulah hati-hati yang lain, tiada lagi hati yang tercederai oleh laku yang mematikan, tiada lagi hati yang merana karena virus-virus mematikan.

So, keep ur heart!

#sebuah perenungan hati oleh hati dari hati dan untuk hati yang lebih baik…

10 komentar:

  1. its heart, its not liver... dalam bahasa Arab dipakai istilah Qalb dan semua itu harusnya berarti jantung. Tapi sayang serapan bahasa kita sudah salah sejak awal...
    tapi apapun itu, terima kasih untuk asupan qalbu dalam tulisan ini...

    BalasHapus
  2. tapi makna hati indo sma qolbny arab beda kn?

    oy,mb rezky di makassar y?blh dshare sdkt ttg an nadzir d gowa (kn deket makasar y) yg pakainnya hitam2 itu

    BalasHapus
  3. Bismillah

    Shahih ustadz, Qalb yang kami pahami pun demikian adanya.. cukup banyak tulisan yg menjelaskan makna qalb yg sebenarnya yg bermakna jantung, dan betul sekali bahwa makna serapan memang sdh dari sononya salah, mungkin lebih cocok memaknakannya perasaan saja.. So, keep ur heart bisa bermakna jagalah jantung Anda.. Kan heart dlm Inggris maknanya jantung, Rasulullah shallallahu Alayhi wasallam pun menunjuk dada beliau ketika mengatakan letak takwa, dan bukan menunjuk daerah sekitar lever ato hepar..

    Semoga manfaat..

    BalasHapus
  4. Bismillah

    #Idem lagi dengan komen saya yg diatas#

    betul Ustadz, saya tinggal di Makassar. Dan letak jamaah annazhir yg Ustadz maksud itu memang ndak jauh dari rumah saya, sebenarnya untuk menjelaskn masalah Annazhir di gowa bukan kompetensi saya tapi dpt kami jelaskan dari apa yg kami amati ato mungkin ummat secara umum memperhatikan bahwa jamaah ini sering berbeda sendiri soal penentuan Id baik Id fitri ato Id adha, itu cuma bagian kecil. Mungkin bisa buka http://fimadani.com/mengenal-jamaah-an-nadzir-dari-sulawesi/ yg lebih komplit penjelasannya..

    BalasHapus
  5. Ehm...
    Tak mampu berkomentar banyak...

    BalasHapus
  6. Aduh.. kunjungan dari Jepang, terlihat pengunjung berdasarkan negara di dashboardku..

    Ahlan wa sahlan wa marhaban yah dinda..

    BalasHapus
  7. Subhaanallah...
    tampilan baru yah kak... ^_^

    BalasHapus
  8. makasih mba Rezky infonya

    tapi,rasa2nya terlalu tua buat saya dipanggil ustadz
    masih perlu banyak belajar

    panggil, dinar aja, udah cukup

    BalasHapus
  9. Na'am dinda... mau ganti suasana dulu.. cat baru, tatanan baru, semoga tetap image-nya k rezky yg terpancar yah...He

    BalasHapus
  10. Oh, 'afwan..
    iya next time dipanggil Dinar..

    BalasHapus

Menulis, Tradisi Orang Berilmu.

Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...