Bersatu dan berkemul memilih warna, kelabu
Berarak dan melambai
Tapi entah berangkat kemana, ghaib
Rupa yang laksana pucat memecah keceriaan sang hangat
Tak butuh waktu lama
Terkadang datangnya diiringi hentakan tak berkompromi
Membuat jantung berdegup kencang
laksana kemarahan namun ternyata cambuk pengiring
Perlahan, lantas derunya membenamkan semua kegaduhan
Menyisakan aroma khas pada pijakan yang tak pernah mengeluh
Jernihkan pandangan oleh tumpahan karbondioksida
lirih bersenandung lembut membuai
Mengantarkan dingin dan selaksa asa
Berkah dari Langit
(Me on February...Saat banjir tak terelakkan!Nikmati)

ini rasa yang mana?
BalasHapusini asa yang mana?
Dimanakah hujan berada, begitu nyata tapi tak terlihat~
Akan lebih baik jika datangnya benar membersihkan setiap ruang
Jika tidak, semoga angin bisa membantu menghempaskan sisanya
maka angin dan hujan adalah selaksa asa yg bergandengan erat menjamu setiap keluh yg terhimpun...
BalasHapussesungguh-nya tumpahan rinai hujan dari langit-NYA adalah rahmat-NYA, namun terkadang kita sendiri yang merubah-nya jadi musibah....mengingatkan diri sendiri untuk go green..jaga lingkungan dan kebersihan drainasenya :-)
BalasHapusAduh, kakak-kakakku...
BalasHapusDiriku tidak mengerti dengan perbincangan kalian...
Sangat puitis tapi menurutku susah untuk diterjemahkan... :-(
Hmmm, mungkin karena diriku tak punya bakat di bidang sastra yah...
Setuju daeng!
BalasHapusGo green...
biasaji dek..
BalasHapusyah..apa yg ada di benak ditumpahkan lewat kata-kata..
angin dan hujan,
BalasHapusjangan lepaskan gandengan itu <3
suka bangets puisi....
BalasHapusAngin disifatkan dalam Al Qur'an sebagai kabar gembira kedatangan hujan..
BalasHapusAlhamdulillah..
BalasHapusSyukran untuk "Suka"-nya