Ughh.. saya sedang terkena sindrom. Sindrom kebuntuan inspirasi. Lihat saja, saya baru mendarat disini setelah sekian lama. Jari-jemari saya mendadak kaku, seperti lidah yang kelu untuk berkata. Hey, saya tidak benar-benar mengalaminya kok, buktinya saya masih bisa menuliskan ini kan?
Mengalami kebuntuan seperti ini sudah sering saya alami, adalah salah kalau saya harus mengkambinghitamkan rutinitas untuk melegitimasi ke-alpa-an saya menulis. Padahal saya baru saja mengikuti pelatihan jurnalistik. Oh Allah, ini kesalahan. Okey, saya harus keluar. Tapi, mulai dari mana? Somebody help me, please. Ah, itu terlalu mendramatisir. Keluar yah keluar saja. Ini, saya sudah keluar dari masalah dengan menulis lagi.



