Sudah lama jemari ini tidak menumpahkan kisah yang lalu lalang dalam setiap desah nafas yang berhembus. Saat ketauhidan teruji, saat cinta memanggil-manggil, saat perjuangan menanti, dan saat persahabatan berbuah manis. Ingin saya tuliskan satu persatu agar terpuaskan dahaga memberi hak pada setiap waktu yang telah digunakan. Agar kelak mereka yang tidak mengenal saya tau kalau saya pernah ada sedangkan bagi mereka yang telah mengetahui semakin kenal dengan sosok pribadi yang penuh kekurangan ini.
Saat ketauhidan itu teruji adalah saat yang berat untuk memberi kekuatan pada kaki yang berpijak pada kebenaran. Keyakinan bahwa pertolongan selalu datang di titik-titik nadir senantiasa menusuk-nusuk kesadaran, tetapi ketika tusukan itu tidak terasa efeknya seolah keraguan bahwa pertolongan itu ada kian mencuat. Wa kafa billahi syahida..hanya kata itu yang bisa keluar dan memberi penjelasan. Ini bukan kegagalan! Tetapi sebuah pelajaran berharga tentang arti bahwa perjuangan tak melulu menunjukkan hasil di akhir, tetapi proseslah yang melahirkan karya-karya gemilang tanpa batas pada perjalanannya. Setidak-tidaknya tak perlu ada pribadi yang terjengkang, terlempar, terbuang, tersakiti, tersusahkan dalam perjuangan itu. Jiwa-jiwa itu tumbuh dengan perlahan namun pasti. Menunjukkan mekarnya bunga-bunga hidayah, menajamkan pribadi-pribadi pejuang, melahirkan sosok-sosok tangguh yang sedikit mengalami kehilangan generasi untuk sesaat. Bukan hanya itu, kegembiraan akan manisnya tangis karena gelisah oleh prosesnya menjadi sensasi tersendiri untuk semakin mendekatkan diri pada Yang Menggenggam Segalanya. Kegelisahan telah mengantarkan pada satu tahap ma’rifah lagi. Ikhlas…karena perjuangan itu hanya milik mereka yang betul-betul berjuang, bukan mereka yang hendak dikatakan pejuang!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...
MasyaALLAH...
BalasHapusSuka!!
Five Star~
Syukran dek...
BalasHapusaku juga sukaa...:))
BalasHapusTerus berjuang ya!!!
BalasHapusInsya Allah..syukran
BalasHapusI LIKE IT
BalasHapus