Minggu, 03 Juli 2011
Ingin Terus Berkarya...
Meski sederhana namun, postingan ini istimewa untuk mereka yang telah meluangkan waktunya sekedar menengok apa yang saya goreskan. Aksara yang terpahat di weblog ini tidak banyak, masih minim makna, minus manfaat, hanya mencoba mengalirkan letupan-letupan huruf yang siap berjejer dan membentuk kata.
Kepada mereka yang mengambil manfaat, semoga terus mengalir jariyah. Kepada yang menemukan inspirasi, teruslah berkarya tanpa batas. Kepada yang menemukan makna, jangan berhenti memahaminya!
Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungannya. Kunjungan anda semua terlihat melalui traffic, komentar dan hasil pencarian mesin searching. Kunjungan itu membuat saya terus ingin menulis, memahat huruf demi huruf, menyusunnya meski terkadang terseok dengan aktivitas yang menggerus masa. Tulisan telah membangkitkan ide-ide yang lama terpendam usia dan ketidakdisiplinan. Terima kasih dan jangan berhenti memberi nasehat yang membangun!
Tulisan bagi saya adalah wilayah kemerdekaan karya, kekayaan makna, limpahan inspirasi dan yang paling penting “mengawetkan usia” seperti banyak kutipan…
“Menulis lebih baik ketimbang operasi pengencangan kulit wajah. Usahakan menulis setiap hari. Niscaya, kulit kamu akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaatnya yang luar biasa! Dari saat kamu bangun tidur, menulis meningkatkan aktivitas sel. Dengan coretan pertama diatas kertas kosong, kantung dibawah mata akan segera lenyap, dan kulit kamu akan terasa segar kembali’
(Fatima Mernisi, Penulis wanita asal Maroko).
Dan juga kalimat ini….
“Menulis memberikan pelepasan emosional yang membangkitkan rasa puas dan lega. Menulis menjernihkan pikiran dan mengatasi trauma, menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan lebih positif dan kesehatan fisik yang lebih baik”.
(Dr. James W. Pannebaker. Penulis ‘Opening Up” The Healing Power of Expressing Emotions’).
Jika kemarin saya mengatakan “Jangan Menyerah!” maka hari ini saya ingin memekikkan kalimat “Terus Berkarya Tanpa Batas dalam Tataran Validitas Teratas!Goreskan pena lalu hasilkan karya yang menyejarah!”(Rezky Batari Razak-Guru Ngaji Kampung)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Menulis, Tradisi Orang Berilmu.
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Kebiasaan para ulama adalah menulis bukan berceramah , sebuah kalimat singkat yang saya baca dari sebuah artikel salah satu ustadz favor...
-
Saya terlalu faqir untuk menjadi bagian dari keluarga besar pelayan Al Quran, pertama hafalan saya masih sangat-sangat standar, kedua saya...
-
Anak kecil. Dulu, saya berdiri di hadapannya sebagai si tentor biologi, tapi ternyata kelak kami akan berdampingan saling tertawa, bukan...
-
Berdoalah, sebab yang kau tuju tak bosan mendengar pintamu. Berdoalah, sebab doa adalah bukti ketidakberdayaanmu. ادْعُواْ رَبَّكُمْ ت...
bismillah...
BalasHapuswahh..sy kok malah terprovokasi kak...hehe :))
Alhamdulillah...tiada waktu tanpa karya menyejarah!
BalasHapus